Gaspol, Aditya Nugroho Jadi Presenter tvOne

Syahdan Nurdin
·Bacaan 3 menit

VIVAAditya Nugroho tertarik ke dunia jurnalistik saat kuliah. Ia pun bercita-cita menjadi presenter tv nasional. Alhasil, ia menjadi presenter tvOne.

Kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta kini menjadi saksi mata. Lulusannya bernama Aditya Nugroho berhasil menjadi presenter tvOne.

Aditya Nugroho adalah lulusan tahun 2010. Ia berhasil menyelesaikan kuliahnya dalam waktu cepat 3,5 tahun. Ia juga lulus dengan menyabet predikat cumlaude, IPK 3,91.

Berbekal prestasi akademik dan pengalaman organisasi di kampusnya, Aditya memantapkan dirinya untuk membuat lamaran kerja di semua stasiun tv.

Beberapa tv merespons lamarannya, salah satunya tvOne. Aditya memilih tvOne untuk meraih cita-citanya menjadi presenter tv.

Ia pun ikut test dan masuk Kampus One Batch 3. Tempat pendidikan dan pelatihan calon wartawan tvOne. Aditya juga dipercaya menjadi ketua angkatan Kampus One Batch 3 .

Saat di Kampus One, Aditya mendapatkan tugas pertama liputan erupsi merapi tahun 2010 selama dua minggu.

Aditya berhasil. Usai lulus dari Kampus One, Aditya ditempatkan di divisi Current Affars (CA). Ia bekerja di balik layar dengan host lepas tvOne. Hanya namanya yang muncul di credit title akhir program. Ia tak berkecil hati. Ini menantang dirinya untuk gaspol lebih maju lagi untuk menjadi presenter.

Justru di divisi Current Affairs ini menjadikan Aditya lebih paham mengenai cara memproduksi sebuah program dan men-direct host untuk tampil baik di depan layar. Di divisi ini Aditya hanya 3,5 tahun.

Tepat tahun 2014, Aditya dipindah dari divisi Current Affairs ke divisi News Production. Ia memegang program Kabar Dunia dan memulai debut siaran perdana di program Kabar Dunia. "Ini pertama kali saya siaran sebagai presenter tvOne," kenang Aditya yang memiliki suara bagus dalam siaran.

Dari Kabar Dunia, pria yang mengambil S-2 di Kampus IISIP ini sempat menjalani beberapa program, seperti Kabar Malam dan Kabar Pagi dan kembali di program Kabar Dunia hingga saat ini.

Bagi Aditya menjadi bagian dari tv berita nomor satu di Indonesia tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Bertemu dengan banyak narasumber hebat dan bekerja bersama tim yang luar biasa. "Ini membuat saya terus belajar dan tidak cepat berpuas diri," jelas Aditya, Rabu, pekan ini.

Di tvOne ia mendapat kesempatan berkeliling Indonesia dan sejumlah negara untuk tugas liputan. Hal ini membuat dirinya bangga dan bersyukur.

"Saya bisa melihat banyak hal baru dan kebudayaan yang beragam serta membuka pikiran, pandangan dan wawasan kita dalam melihat berbagai hal," jelas pria kelahiran 19 April 1987.

Aditya mengenang kisahnya saat menjadi reporter. Liputannya lebih banyak dihabiskan di divisi Current Affairs. Untuk tugas liputan, ia habiskan di luar kota, sekali jalan liputan waktu yang dihabiskan antara 1-2 minggu. Bahkan pernah 1 bulan liputan untuk membuat beberapa episode.

Terbilang berat. Tak pulang-pulang ke rumah. Namun, karena mencintai profesi ini, Aditya selalu melihat sukanya karena itu bagian tugas wartawan.

"Profesi wartawan menggembleng saya secara fisik dan mental untuk menjadi pribadi yang tangguh," ujar Aditya yang juga menjadi dosen Ilmu Komunikasi di STIAMI.

Untuk menjadi wartawan dan presenter yang tangguh, seseorang harus terus belajar, pikiran luas dan terbuka, hindari sikap anti kritik. "Juga harus pegang pedoman kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas," ujar Aditya yang memiliki kemampuan sebagai trainer hypnotist dan hypnotherapist.