Gaspol, M Sofyan dari Penyiar Radio Jadi Presenter tvOne

Syahdan Nurdin
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemilik nama Muhammad Sofyan, kelahiran Surabaya, 24 September 1981 ini, tertarik dunia jurnalistik saat dirinya menjadi penyiar radio.

Ia memulai menjadi penyiar radio Kencana FM di Malang pada 2007. Setelah itu, pada 2009 ia pindah ke Surabaya untuk menjadi penyiar radio Suara Surabaya. Di radio ini, ia mulai menemukan profesi yang harus ia tekuni.

"Nah, dari situ pasion saya di dunia jurnalistik mulai terasah dan makin bergairah," jelas Sofyan lulusan Psikologi UIN Malang 2007 ini.

Menurutnya, profesi jurnalis menuntut kita untuk mempelajari semua profesi pekerjaan. Meskipun tidak harus mendalami. Degan begitu kita dituntut untuk banyak belajar.

Untuk menyempurnakan sebagai jurnalis, Sofyan memilih tvOne sebagai pilihan utamanya. Ia ikut seleksi reguler dan masuk tvOne pada Februari 2012.

Sofyan langsung ditempatkan di biro Surabaya tvOne. Setelah setahun, ia dirarik ke Jakarta. Menjadi jurnalis tvOne adalah kebanggaan bagi Sofyan. Karena tvOne hingga saat ini menjadi tv berita terdepan.

"Bangga dong, apalagi profesi jurnalisme menurut saya istimewa. Karena menjadi jurnalis kita menjadi bagian dari sejarah. Kita yang pertama bahkan terlibat dari sejarah itu," kenang Sofyan, Minggu, pekan ini.

Selama menjadi jurnalis tvOne, Sofyan punya banyak cerita. Saat masih di biro Surabaya, ia meng-cover liputan daerah Seputar Jawa Timur, Madura, dan Yogyakarta.

Beberapa liputan yang berkesan saat live wawancara dengan pelaku pembunuhan. Sofyan harus melawan rasa takutnya wawancara dengan orang jahat atau psikopat. Ia juga harus menahan bau mayat yang dicor pelaku di rumah korban.

Tak hanya itu, Sofyan juga harus melawan panasnya matahari di tengah laut saat live di lokasi perahu nelayan yang tenggelam di Madura.

Namun, ada yang lebih berkesan lagi saat liputan aksi demo 212 di Jakarta. Aksi demo terbesar umat Islam yang menuntut keadilan kepada pemerintah. Ini bagian sejarah umat Islam di Indonesia.

"Yang menurut saya terlibat bagian dari sejarah, yaitu ketika live di peristiwa 212. Itu saya sangat bangga sekali. Apalagi tv internasional juga menyiarkan peristiwa itu," ujar Sofyan yang dikenal family man ini.

Berkat jam terbangnya di lapangan, Sofyan pun didaulat untuk jadi presenter tvOne. Hampir semua program tvOne pernah ia bawakan.

Ia pernah jadi presenter program Kabar Pagi, Kabar Dunia, Kabar Siang, Apa Kabar Indonesia Pagi, Kabar Petang, Kabar Arena, sampai sekarang ini pegang Kabar Pandemi Corona.

Sofyan pun berbagi sedikit pengalaman untuk yang ingin jadi jurnalis dan sekaligus presenter. "Tidak boleh mengeluh, dan harus rajin membaca. Harus kuat dan fight kalau di lapangan, karena justru itu yang asyik dan seru," jelas Sofyan yang memiliki suara dan teknik vokal yang baik ini.