Gaung Borobudur Marathon 2020 Mulai Guncang Magelang

Donny Adhiyasa
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gelaran ajang Borobudur Marathon 2020 mulai bergema dan mencuri perhatian publik kota Magelang, Jawa Tengah. Perhelatan yang rutin digelar setiap tahunnya tersebut, bakal berlangsung pada Minggu 15 November 2020, di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang.

Untuk paenyelenggaraan thaun ini, seluruh rangkaian agenda Borobudur Marathon 2020 dipersiapkan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk seluruh atlet, penyelenggara dan kru yang terlibat.

Memasuki rangkaian persiapan berlangsungnya hari penyelenggaraan lomba lari bergengsi itu, para pelari elite nasional telah hadir di Magelang dan menjalani tahapan protokol kesehatan yang sudah dipersiapkan.

Dan salah satu persiapan yang harus dilalui para peserta ajang marathon bergengsi tersebut yakni dengan menjalani 2 kali test PCR saat keberangkatan dan tiba di Magelang. Para pelari elite berada di dalam ‘bubble’ yang berlokasi di Puri Asri, yaitu lokasi yang digunakan untuk daerah karantina.

Di daerah karantina inilah pelari elite hanya boleh melakukan kontak dengan tim medis dan kru yang terbatas, tidak boleh menerima tamu dari luar dan tidak diperkenankan keluar dari daerah karantina.

Penyelenggara pun mempersiapkan tempat latihan yang steril, menerapkan latihan dengan menjaga jarak, menyediakan fasilitas fisioterapi dan juga menyediakan perlengkapan kesehatan seperti masker, sarung tangan dan face shield.

Selain menjalani masa karantina, pelari elite telah melakukan pengecekan rute di Kompleks Taman Lumbini, Candi Borobudur. Dikarenakan rute tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pengecekan rute oleh pelari elite untuk memberikan gambaran rute sejauh 42,195 km yang akan dilalui secara point to point sebanyak 12 kali.

Persiapan ini sekaligus menjadi momentum diumumkannya 26 pelari elite yang akan berlari di Elite Race Borobudur Marathon 2020. Sebanyak 26 atlet terdiri dari 19 pelari putra dan 7 pelari wanita, datang untuk berusaha menorehkan catatan terbaiknya.

Gejolak antusiasme para atlet semakin nyata setelah menjajal sendiri rute yang akan dilalui pada Minggu, 15 November 2020.
Salah satunya adalah Asma Bara, salah satu atlet yang sangat menanti Borobudur Marathon 2020.

Terakhir kali mengikuti race di Borobudur Marathon 2019, Bara mengaku telah mengalami fakum selama satu tahun dikarenakan adanya pandemi sehingga banyak perlombaan lari dibatalkan.

“Tentunya saya sangat mengapresiasi penyelenggara yang bisa mempersiapkan perlombaan ini meski diselenggarakan di tengah pandemi. Hal-hal kecil juga tidak luput dari perhatian, seperti minuman untuk atlet yang biasanya menggunakan gelas kertas, sekarang menggunakan botol sehingga bisa lebih steril”, ungkap Asma Bara.