Gawai Maka' Dio lestarikan budaya hadirkan lomba permainan tradisional

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Desa Cipta Karya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat dalam menyambut tahun baru padi menggelar Gawai Dayak (Maka' Dio) sebagai upaya melestarikan budaya dengan menggelar lomba permainan tradisional.

"Tradisi Gawai Mako' Dio digelar setiap tahun sebagai bentuk ucapan syukur hasil panen padi di ladang atau sawah, yang Jubata (Tuhan) berikan. Tapi kali ini berbeda dimeriahkan dengan berbagai permainan rakyat yang dipandu langsung oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Bengkayang," ujar Panitia Gawai Maka' Dio Desa Cipta Karya, Herkulanus saat dihubungi di Bengkayang, Selasa.

Ia menjelaskan lomba permainan tradisional yang dihadirkan seperti lomba menganyam, gasing, lagum, linting, sodor, dan enggrang kayu.

"Tidak hanya itu, acara makan bersama dengan menu tradisional juga disediakan untuk menyambut tamu yang datang ke Desa Cipta Karya," jelas dia.

Menurut dia pelaksanaan kegiatan berlangsung selama lima hari, yakni dimulai 23 April hingga acara puncaknya pada 27 April 2022 yang bersamaan dengan hari HUT Ke-23 Pemkab Bengkayang.

"Sejauh ini dalam pelaksanaan mendapat apresiasi oleh berbagai pihak, serta disambut antusias oleh masyarakat setempat. Masyarakat sangat terhibur. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses hingga di hari terakhir acara," ucapnya.

Baca juga: Dewan adat kumpul di Pekan Gawai Dayak di Pontianak

Baca juga: Sarawak kirim kontingen 390 personel pada PGD di Kalbar

Sementara itu, Ketua KORMI Bengkayang, Beni Projasa berharap olahraga permainan rakyat tradisional dapat dilestarikan oleh masyarakat Kabupaten Bengkayang saat ini. Pasalnya, selain melestarikan budaya, permainan itu pula dapat menjadi pengikat persatuan dan persaudaraan antar masyarakat di Kabupaten Bengkayang.

Beni mengatakan, pada kegiatan gawai Dayak Maka' Dio di Desa Cipta Karya yang melibatkan KORMI dalam perlombaan permainan rakyat tradisional dapat dicontoh oleh desa lainnya.

"Kegiatan ini positif, harus dicontoh. Agar selalu melestarikan tradisi dan budaya juga olahraga,"ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam kegiatan perlombaan itu pula sekaligus menjaring bibit -bibit olahraga yang di bawah naungan KORMI Bengkayang.

"Kita sekalian melihat bibit muda yang berpotensi kita bina untuk di ajang yang lebih bergengsi," jelas dia.

Sebelumnya, Beni Projasa mengatakan beberapa cabang olahraga tradisional akan dikembangkan di Kabupaten Bengkayang. Termasuk yang baru dibentuk komunitas olahraga airsoftgun.

"Selain upaya dari pengurus, dukungan dari pemerintah kita perlukan. Beberapa penggiat olahraga rekreasi masyarakat yang menjadi andalan dan menuai banyak prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, yaitu salah satunya gala hadang, sumpit, gasing, panahan tradisional, silat tradisional, dan airsoftgun , pembinaan bahkan terus kita lakukan," kata dia.

Baca juga: Singkawang gelar Gawai Dayak Naik Dango

Baca juga: Adat Dayak Paser berharap IKN tidak matikan adat dan budaya di Kaltim


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel