Gawat, Barcelona Bisa Kehilangan Rp502 Miliar Jika Lionel Messi Pergi

Muhammad Nurhendra Saputra
·Bacaan 1 menit

VIVABarcelona kembali terancam kehilangan pemasukan dari sponsor, jika Lionel Messi pergi dari Camp Nou di akhir musim 2020/2021. Pada akhir musim 2019/2020, Barcelona sempat dibuat geger dengan rencana kepergian Messi.

Dikutip dari Football-Espana, setelah melalui negosiasi alot, Messi akhirnya tetap berada di Barcelona. Namun, kontraknya hanya sampai akhir musim 2020/2021.

Agen iklan dari yang membantu Barcelona bernegosiasi dengan sponsor, Cinto Ajram menyebutkan, jika Messi benar-benar pergi maka Barcelona akan kehilangan setidaknya €30 juta (sekitar Rp502 miliar). Awal pekan ini, Barcelona dan Rakuten, perusahaan dari Jepang sepakat memperpanjang kontrak sampai 2022.

Opsi tersebut telah aktif, sejak kepergian Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. Dan kesepatan itu tidak bisa ditinjau ulang oleh siapapun yang nantinya menggantikan posisi Bartomeu.

Baca juga: Timnas Spanyol Vs Timnas Swiss, Laga Penting Demi Puncak Klasemen

Barcelona dan Rakuten bekerjasama sejak 2017 dan akan berakhir pada 2021. Namun kemudian diperpanjang setahun.

Di awal kerjasama Barcelona menerima €55 juta (sekitar Rp921 miliar). Namun sekarang dikurangi menjadi Rp502 miliar.

"Uang berkurang dari perusahaan di mana-mana. Tetapi potensi kehilangan Rp502 miliar ini adalah ketidakpastian masa depan Messi," kata Ajram.

"Saya tidak yakin kesepatan itu bernilai Rp502 miliar. Perjanjian pertama ditandatangani saat Messi masih bermain dengan Neymar dan Luis Suarez dengan keuntungan komersial yang besar. Namun kini, dua pemain telah pergi," tambahnya.