Gawat, Kalimantan Hampir Tak Punya Stok Obat Terapi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan penelusuran ketersediaan 11 obat penanganan Covid-19 di Kalimantan. Hasilnya, stok obat Covid-19 di pulau tersebut terpantau sangat minim.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) V KPPU Manek SM Pasaribu melaporkan, secara umum saat ini hampir tidak terdapat 11 jenis obat terapi covid-19 pada lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4826/2021.

"Bahkan banyak apotek konvensional yang belum pernah menjual contoh Ivermectin," kata Manek dalam sesi teleconference, Rabu (7/7/2021).

Manek menyebutkan, apotek jaringan nasional seperti Kimia Farma di Kalimantan saat ini telah memberlakukan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk obat terapi Covid-19. Namun, saat ini obat yang tersedia hanya Azithromycin.

"Untuk Ivermectin stoknya baru datang pertengahan Juli nanti. Sedangkan obat yang lain kosong," sambung Manek.

Kemudian, ia melanjutkan, Kanwil V KPPU juga coba menelusuri marketplace yang menjual obat tersebut. Hasilnya, obat Covid-19 tidak terdapat di seller marketplace yang berlokasi di wilayah Kalimantan. Semua marketplace berlokasi di Jakarta.

1 Apotek

Tim penanganan membungkus jenazah seorang pasien COVID-19 yang meninggal di rumah selama isolasi mandiri karena rumah sakit setempat tidak mampu lagi menampung pasien COVID-19 di Bogor, Jawa Barat, Senin (6/7/2021). (ADITYA AJI/AFP)
Tim penanganan membungkus jenazah seorang pasien COVID-19 yang meninggal di rumah selama isolasi mandiri karena rumah sakit setempat tidak mampu lagi menampung pasien COVID-19 di Bogor, Jawa Barat, Senin (6/7/2021). (ADITYA AJI/AFP)

Menurut hasil pencarian, hanya ada satu apotek konvensional di Kalimantan yang pernah menjual Ivermectin 12 mg dengan harga Rp 12.150 per tablet, atau lebih mahal Rp 4.650 dari HET yang sebesar Rp 7.500 per tablet. Namun, saat ini stok obat tersebut kosong.

Azithromycin 500 mg sebagai satu-satunya obat Covid-19 yang tersedia hanya dapat ditemukan di apotik konvensional di Balikpapan. Itu dijual dengan range harga Rp 15.000-16.550 per tablet, atau Rp 13.300-14.850 lebih mahal dari HET yang sebesar Rp 1.700 per tablet.

"Semua stok obat di lokasi survei yang kita lakukan di Balikpapan juga merupakan harga jual saat stoknya masih tersedia," ujar Manek.

Infografis 11 Aplikasi untuk Konsultasi Online dan Obat Gratis Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Infografis 11 Aplikasi untuk Konsultasi Online dan Obat Gratis Pasien Isolasi Mandiri Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 11 Aplikasi untuk Konsultasi Online dan Obat Gratis Pasien Isolasi Mandiri Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel