Gawat, Putra Perwira Kopassus TNI Jadi Korban Pemukulan Provost

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Biasanya, banyak orang yang kerap menjual nama atau mengaku anak Jenderal TNI saat bertingkah di sejumlah tempat. Hal itu dilakukan agar terhindar dari hukuman atau untuk membuat takut orang lain. Hal ini rupanya tidak berlaku bagi Haris Khaseli.

Dalam catatan yang dikutip VIVA Militer dari buku otobiografi, Agum Gumlar Jenderal Bersenjata Nurani, disebutkan bahwa Haris pernah diintimidasi oleh anggota Provost Komando Pasukan Khusus (Kopassus), pasukan elite milik TNI Angkatan Darat.

Bukan tanpa alasan Haris diintimidasi oleh anggota Provost Kopassus itu.Ternyata, Haris pernah bermain bola basket di lapangan Kopassus. Bola basket yang sedang dimainkan Haris menggelinding ke luar lapangan, ini tentu adalah hal yang biasa terjadi.

Tapi siapa sangka, bola basket Haris itu bergulir ke wilayah lapangan upacara prajurit Kopassus. Sementara, para prajurit Kopassus itu tengah melakukan upacara penurunan bendera. Tak ayal, Agus pun langsung didatangi Provost Kopassus yang tengah melakukan penjagaan.

Haris pun dicecar oleh anggota Provost Kopassus itu. Tak hanya dicecar dan dicaci maki, Haris kena hukuman push-up sampai dipukul perutnya.

Provost Kopassus itu sama sekali tidak tahu bahwa Haris, bocah yang jadi sasaran kemarahannya adalah putra seorang Perwira Menengah (Pamen) Kopassus, Kolonel Inf Agum Gumelar.

"Tak cukup dengan kata-kata, Khaseli juga disuruh push-up, dipukul perutnya dan dicaci maki," tulis Agum dalam bukunya.

Di sini lah letak keberanian dan kebesaran hati seorang Haris, putra Agum yang kelak menduduki jabatan sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Haris lebih memilih untuk tidak mengaku bahwa ia adalah anak seorang Pamen TNI Angkatan Darat.

Dalam pandangan Haris, bukan lah sebuah hal yang pantas membawa nama orang tua untuk menghindari hukuman akibat kesalahan sendiri.

"Kata anak saya 'Ah enggak, buat apa? Saya langsung peluk dia. Saya bilang saya bangga sama kamu," ucap Agum kepada Haris.

Saat ini, Haris diketahui adalah seorang aktor Indonesia. Sejumlah film pernah dibintanginya seperti Buffalo Boys (2018) dan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017). Haris juga diketahui berkarier di musih bersama band Zeke and The Popo sejak 2003.