Gaya Baru Silaturahmi Lebaran Saat Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Momen Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran bagi masyarakat Indonesia, memiliki makna yang mendalam. Aktivitas saling kunjung mengunjungi, bermaafan secara langsung, bercengkrama dalam lingkup silaturahmi tetangga hingga keluarga besar, sudah turun temurun dan mendarah daging.

Ritual Lebaran tanpa sapa dan jabat tangan, rasanya hambar. Sebagian masyarakat bahkan sulit membayangkan gaya Hari Kemenangan dengan cara berbeda dari biasanya.

Namun, pandemi virus Corona atau Covid-19 terpaksa mengubah semuanya. Hal yang sulit untuk dibayangkan tersebut tidak disangka terjadi. Lebaran kini harus dilalui tanpa silaturahmi secara langsung.

Ungkapan perasaan itu disampaikan salah seorang warga Cikarang, Yusuf (54). Ayah empat anak itu turut serta silaturahmi virtual bersama keluarga besar.

"Ini gaya baru karena Corona. Kita hanya bisa lewat online, tapi bukan berarti tidak ada hikmahnya. Semoga cepat berlalu," tutur Yusuf kepada sanak saudaranya lewat Google Meet, Minggu (24/5/2020).

Bukan hal mudah menyesuaikan pertemuan lewat online. Hampir seluruh orang tua di keluarga masing-masing harus dibantu oleh anak-anaknya yang paham teknologi.

Apalagi rasa senang lewat pertemuan online lantaran memberikan pengalaman baru. Hasilnya, suara saling timpa, hingga terkesan ribut karena masing-masing keluarga ingin bicara. Baik yang di Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, hingga Cikarang.

Koneksi yang kurang maksimal pun bikin bingung saat pertanyaannya tidak dijawab atau guyonan tidak mendapat respons. Sekitar lima detik kemudian, baru ada reaksi.

"Mic-nya matiin dulu itu," suara salah satu keluarga dari notebook.

"Ini kalau yang ngomong itu jadi yang keluar videonya ya?" sahut yang lain.

Disiplin Selama PSBB

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyerukan warga agar tetap disiplin terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Corona selama Hari Raya Idul Fitri. Seruan itu dia sampaikan bersama Gubernur Anies Baswedan melalui laman instagram @dkijakarta.

"Kami ingin warga Jakarta mampu menuntaskan kedisiplinan sampai masa ini bisa kita kendalikan, tak terkecuali di lebaran kali ini," kata Riza, Minggu (24/5/2020).

"Kami mengimbau agar warga menghindari kerumunan, disiplin menggunakan masker, serta rajin mencuci tangan dengan sabun," lanjut dia.

Anies dan Riza, dalam video itu juga mengingatkan agar warganya menahan diri untuk tidak berkunjung ke kediaman sanak keluarga dan kerabat. Tujuannya untuk memutus rantai penularan Covid-19 akibat infeksi virus Corona.

Sebab, merujuk hasil penelitian epidemiologi penyebaran virus Corona menunjukkan tanda-tanda yang baik. Namun, kabar baik itu juga diikuti dengan potensi gelombang kedua wabah Corona jika aktivitas warga tidak dibatasi.

PSBB kali ini merupakan PSBB Jakarta tahap ketiga yang dimulai sejak 22 Mei hingga 4 Juni.

Pada tahap pertama, PSBB berlangsung selama 2 minggu, 10-23 April. Kemudian diperpanjang selama 28 hari, sejak 24 April hingga 22 Mei.

Acuan hukum PSBB diterbitkan dengan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB. Pergub selanjutnya mengatur tentang sanksi bagi pelanggar PSBB yang termaktub Pergub Nomor 41 Tahun 2020.

Saksikan video pilihan di bawah ini: