Gaya Hidup Anda Sesuai Gaji? Coba Cek di Sini

Liputan6.com, Jakarta Setiap orang memiliki gaya hidup masing-masing, tentunya Anda juga. Gaya hidup ini akan dipengaruhi banyak hal, termasuk penghasilan yang selama ini diperoleh.

Cara Anda berpakaian, bergaul, atau bahkan makan tentu akan dipengaruhi jumlah penghasilan yang Anda dapatkan setiap bulannya. Lalu, bagaimana jika ternyata selama ini gaya hidup justru tidak sesuai dengan pendapatan?

Kondisi keuangan yang berantakan menjadi salah satu indikasi bahwa seseorang memiliki gaya hidup yang tidak sesuai dengan penghasilan.

Bukan tidak mungkin, memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup tertentu atau bahkan sudah terbiasa di tengah kondisi keuangan tak mendukung.

Alih-alih menikmati hidup dengan nyaman, yang ada bisa saja mengalami berbagai masalah, terutama terkait keuangan. Pastikan Anda memiliki gaya hidup yang masuk akal dan sesuai dengan pendapatan, sehingga hidup lebih menyenangkan.

Lalu, apakah gaya hidup Anda benar-benar sesuai dengan pendapatan selama ini? Untuk mengetahuinya, cek tandanya berikut ini, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Kebutuhan Utama Tidak Terpenuhi dengan Baik

Bagi Anda yang sudah memiliki pendapatan tetap, Anda juga tentu akan terbiasa untuk membeli dan memenuhi semua kebutuhan utama setiap bulannya. Setidaknya Anda akan mengutamakan beberapa kebutuhan pokok bulanan, seperti makan, transportasi, tagihan tetap, tabungan, dan lainnya.

Jika berbagai kebutuhan pokok ini tidak bisa dipenuhi dengan baik setiap bulan, maka kemungkinan besar Anda memang memiliki gaya hidup yang tidak seimbang dengan pendapatan. 

2. Setelah Terima Gaji, Hanya Numpang Lewat dan Ludes di Tengah Bulan

Uangmu habis untuk apa saja? (via. TheGrindstone)

Anda memiliki gaji tetap, namun hanya numpang lewat di rekening setiap bulan dan segera habis di tengah bulan. Dengan kondisi seperti ini, jelas keuangan Anda tidak sehat. 

Jumlah utang dan cicilan yang tinggi bisa saja menjadi alasan utama mengapa gaji selalu habis lebih cepat dari yang seharusnya.

Namun hal ini tentu dipangaruhi oleh gaya hidup Anda yang tidak tepat, di mana pengeluaran tidak lagi sesuai dengan penghasilan setiap bulannya. 

3. Jumlah Tabungan yang Terus Menyusut Bahkan Menghilang

Mungkin sebelumnya Anda bisa menabung Rp 1 juta atau lebih setiap bulannya, lalu berkurang menjadi Rp 700 ribu saja. Beberapa bulan berikutnya nilai tabungan ini mengecil menjadi tinggal Rp 300 ribu saja, dan akhirnya hilang sama sekali.

Gaya hidup yang tidak sesuai dengan penghasilan bisa saja membuat nilai tabungan Anda semakin mengecil, atau bahkan hilang sama sekali. 

4. Memaksakan Diri Membeli Barang Bermerek yang Harganya Mahal

Ilustrasi belanja. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Barang bermerek memang selalu menarik, terutama untuk item fashion yang Anda minati. Namun jika Anda memaksakan diri untuk membeli berbagai barang seperti ini, bisa dipastikan uang Anda akan habis setiap bulannya.

Hal ini bahkan akan semakin memburuk, jika ternyata penghasilan Anda memang tidak memadai untuk membeli berbagai barang bermerek ini, namun Anda tetap mamaksakan diri untuk membelinya dengan berutang.

5. Punya Utang yang Terlalu Besar

Berutang sah-sah saja dan itu bukan hal buruk selama jumlah utang itu ideal alias sehat. Artinya tidak lebih 30 persen dari pendapatan. Jika punya kartu kredit, gunakan dengan bijak dan manfaatkan promo yang ada.

Selama Anda belum selesai melunasi cicilan utang yang mencapai batas maksimal utang sehat itu, maka jangan terus menambah utang baru yang akhirnya hanya akan membaratkan beban keuangan.

6. Selalu Saja Merasa Iri dan Bersaing untuk Tampil ‘Wah’

Meriahkan HUT RI Ke-72, Mendag-Menpar Luncurkan Hari Belanja Diskon Indonesia (iStock Photo)

Jika Anda terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengamati kekayaan orang lain, maka Anda juga akan terobsesi dan ingin mengikutinya. Tidak masalah bila Anda memiliki kemampuan keuangan untuk mengikuti gaya hidup orang tersebut.

Namun jika Anda tidak memiliki kemampuan keuangan yang memadai dan terus memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup orang kaya, maka hal ini juga menunjukkan gaya hidup Anda yang sudah tidak lagi sesuai dengan pendapatan.

7. Hobi Belanja Online Meski Tak Membutuhkan Barang Tersebut

Belanja online tidak ada salahnya, selama dilakukan dengan perhitungan dan juga pertimbangan yang matang dan bijak. Artinya membeli barang yang memang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar keinginan semata.

Tapi ketika belanja online sudah menjadi hobi dan Anda tidak lagi bisa menghentikannya, maka jelas gaya hidup dan hobi yang satu ini bisa membuat Anda mengalami masalah keuangan.

Hindari dan Hentikan Kebiasaan Boros dari Sekarang

Memiliki gaya hidup yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi keuangan, bisa saja Anda mengalami berbagai masalah di dalam kehidupan Anda. Hindari gaya hidup yang seperti ini, sebab hanya akan membuat keuangan dan hidup Anda berantakan.

Jika sudah terlanjur terjebak di dalamnya, maka pastikan Anda menghentikannya sekarang juga dan benahi keuangan dengan baik.