Gaya simpatik Jokowi dan Ahok temui mahasiswa

MERDEKA.COM, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama punya gaya simpatik menerima mahasiswa yang berdemo atau menyampaikan aspirasi. Keduanya langsung menemui mahasiswa dan mendengarkan keluh kesah mereka.

Berbeda dengan pejabat-pejabat lain yang membiarkan mahasiswa berdemo. Atau sekadar mengutus humas untuk menemui perwakilan mahasiswa. Keduanya turun langsung menyapa mahasiswa.

Rabu (7/11), Aliansi Forum Mahasiswa Teknik Sipil Jakarta (FMTSJ) melakukan demonstrasi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat. Mereka menuntut Pemprov DKI Jakarta segera melakukan perbaikan di Kampung Apung, Kapuk, Jakarta Barat.

Jokowi langsung menemui mereka. Sambil lesehan, Jokowi mendengarkan keluhan mahasiswa. Begitu tahu masalah Kampung Apung yang selalu terendam banjir, Jokowi segera menelepon Wali Kota Jakarta Barat. Dia meminta wali kota untuk segera menyelesaikan permasalahan kampung Apung.

Nah, Kamis (8/11) giliran Ahok yang memanggil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jakarta. Ahok berdialog panjang lebar dengan para mahasiswa dari UIN, Universitas Trisakti, Universitas Bung Karno, Universitas Pancasila dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

Ahok meminta agar mahasiswa berperan aktif dalam membangun Jakarta. Bukan hanya sekadar demonstrasi. Ahok meminta mahasiswa turut mengawasi kinerja PNS di DKI. Dia juga meminta mahasiswa mengaudit keuangan Pemprov DKI Jakarta.

"Intinya DKI ingin membuka diri dan sebagai contoh untuk daerah lainnya. Kita tawarkan seperti itu, di DKI tidak ada rahasia, bahkan penghasilan saya tulis di website saya dan bisa dilihat. Kita tawarkan seperti itu," jelas Ahok.

Menurut Ahok, Jakarta butuh mahasiswa sebagai kontrol. Semangat idealis mahasiswa diharap bisa membenahi permasalahan DKI Jakarta.

"Saya mau mahasiswa jadi anggota DPRD. Atau jadi RT dan RW, kalau lurah tak bisa karena lurah PNS," kata Ahok.

Kalau gubernur dan wagub seperti ini, berdemo pun jadi senang karena aspirasinya didengar.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.