Gebby Vesta Kena Sanksi Adat di Bali, Dihukum Bersihkan Pasar Hingga Kuburan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu kehebohan di jagat maya pekan ini bersumber dari video penggerekan yang menyeret nama Gebby Vesta. Video itu diunggah Nikita Mirzani di fitur Instagram Stories dengan tajuk “Waria Ngumpet.”

Kabarnya, penggerebekan terjadi lantaran Gebby Vesta menggelar pesta ulang tahun di rumah indekos di tengah wabah Corona Covid-19. Nikita Mirzani menulis, “Cus itu temuin pecalang. Lagian udah tahu Covid-19 malah sok-sokan bikin birthday party. Yang lain aja pada nahan-nahan, nah sekarang kicep.”

Viral di jagat maya, Gebby Vesta mengklarifikasi. Mengenakan atasan putih, masker hitam, dan celana panjang abu-abu, Gebby Vesta membacakan permohonan maaf yang direkam dalam format video lalu diunggah di akun Instagram terverifikasi miliknya. 

Bantah Melarikan Diri

Unggahan Gebby Vesta. (Foto: Instagram @gebby.vesta_)

Selaku dengan video viral yang terjadi kemarin, saya pribadi dan ketua adat, ketua pecalang, dan instansi terkait yang hadir pada rapat pagi ini di kantor desa adat jimbaran sudah menyelesaikan permasalahan ini dengan damai,” beri tahu Gebby Vesta, Jumat (29/5/2020).

Terkait rumor bersembunyi saat digerebek, ia membantah. “Karena dari pagi kita sudah di Jimbaran bukan sembunyi apalagi melarikan diri. Untuk penggerbekan dan perusakan di area kos saya akan saya serahkan kepada pihak hukum,” ia menyambung.

Saya Bukan Kriminal

Gebby Vesta. (Foto: Instagram @gebby.vesta_)

Menurutnya, perusakan adalah pelanggaran kode etik. “Melakukan penggerbekan tanpa ada surat izin, saya bukan pembunuh, pencuri, atau melakukan kriminal apapun,” Gebby Vesta mengakhiri status teks.

Belakangan diketahui, ia menjalani sanksi adat terkait insiden di rumah indekos. Sanksi adat dijalani di tiga tempat berbeda. Momen menjalani sanksi adat direkam dan diunggah Gebby Vesta di fitur Instagram Stories.

Sekarang Kita Kena Hukuman

Unggahan Gebby Vesta. (Foto: Instagram @gebby.vesta_)

Mengenakan kaus dan masker hitam, disjoki kelahiran 24 Mei 1996, ini membawa sapu lidi. “Jadi sekarang aku lagi ngejalani sanksi adat dari Jimbaran, megang sapu. Kita beres-beres,” tutur Gebby Vesta. Kepada publik, ia mengakui telah membuat kesalahan.

“Jadi kemarin habis bikin kesalahan dan sekarang kita kena hukuman. Kita harus melakukan sanksi adat, menjalankan sanksi adat, yang benar-benar kita tidak ada penekanan. Tidak ada pemaksaan,” Gebby Vesta menerangkan.

3 Hari, 3 Lokasi

Gebby Vesta. (Foto: Ricky Junaidi, dari Instagram @gebby.vesta_)

Ia menjalani sanksi adat atas kemauan sendiri. Gebby Vesta menemui pemuka desa dan pemimpin adat untuk menyelesaikan masalah. “Kita menjalankan hukuman selama 3 hari. Hari ini, kita di seputaran area desa adat dulu. Besok kita di pasar, hari terakhir nanti kita di pemakaman Jimbaran,” urainya.

Di pengujung video, Gebby Vesta mengakui perbuatannya tempo hari buruk. “Buat semuanya, jangan contoh yang buruk dari Gebby, yang positifnya diambil. Ayo, kerja sekarang,” ia mengakhiri.