Gede Pasek: Nazaruddin koruptor paling sakti di Indonesia

MERDEKA.COM. Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika rupanya masih geram dengan ulah terpidana Muhammad Nazaruddin. Pasek menyebut, Nazaruddin adalah koruptor paling sakti di Indonesia.

Pasek mengomentari dirawatnya Nazaruddin di Rumah Sakit Abdi Waluyo. Terpidana kasus Wisma Atlet itu sempat dirawat karena terkena penyakit batu empedu.

"Karena itu wajar bila meski berstatus terpidana, Nazar lebih menikmati suasana RS Abdi Waluyo dibandingkan LP Sukamiskin seperti koruptor lainnya," kata Pasek dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka.com, Minggu (21/4).

Pasek menuding, Nazaruddin telah dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk menyerang. "Kalau Gayus memang koruptor hebat, tapi Nazar jauh lebih sakti. Ketika terpidana korupsi sudah hijrah ke LP Sukamiskin dia masih menikmati Cipinang plus RS Abdi Waluyo. Herannya semuanya diam," kata Pasek.

Tidak hanya itu, Pasek menilai Nazar kerap dipakai untuk pengeras suara bila ingin memeriksa siapapun. "Cukup dipanggil KPK, lalu selesai pemeriksaan ada doorstop maka keluarlah nama-nama tertentu untuk kemudian diperiksa. Tidak peduli masuk akal atau tidak," sindirnya.

Dia mencontohkan kasus Irjen Djoko Susilo yang asetnya diburu. Sementara Nazar asetnya hanya diburu di saham Garuda. "Puluhan mobil, gedung, rumah yang pernah disampaikan Yulianis dengan data-data ternyata tidak tersentuh. Nazar memang sakti," ujar Pasek.

Pasek meminta agar penegak hukum berlaku adil dan tidak diskriminatif. "Jangan juga menjadikan Nazar sebagai kuda troya untuk menggilas politisi-politisi yang tidak disuka. Bukannya dibawa ke LP Sukamiskin seperti yang lain, eh malah diduga dapat bonus bulan madu di Abdi Waluyo. Ini menyakitkan rasa keadilan," ujarnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.