Gedung Putih Diminta Turun Gunung Selamatkan Teknologi Pemburu Alien

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVAObservatorium Arecibo dinyatakan nonaktif setelah mengalami kerusakan parah beberapa hari lalu, sehingga tidak bisa diperbaiki. Tapi ternyata masalah ini belum selesai.

Para penggemar astronomi berharap Gedung Putih mau membantu dan memberi keputusan sebelum berganti tahun. Dikutip dari situs Express, Rabu, 25 November 2020, sekadar informasi bahwa dua kabel piringan raksasa pemburu alien itu putus. Untuk melakukan perbaikan juga tidak mudah, karena dikhawatirkan akan memakan korban.

Baca: Ilmuwan Berantas COVID-19 Pakai Rumus Alien

Sebuah petisi diluncurkan pada 21 November kemarin yang menyerukan tindakan darurat untuk mengevaluasi dan menstabilkan teleskop tersebut. Salah satu alasannya, karena potensi dampak lingkungan dari pembongkaran bangunan, termasuk 20 ton timah hitam.

"Teleskop ini memiliki sistem radar planet paling kuat di dunia yang bertanggung jawab atas pengamatan asteroid dan juga keberadaan alien. Struktur teleskop termasuk 20 ton timah hitam," demikian isi dari petisi tersebut.

Menurut mereka, pembongkaran yang tidak direncanakan berpotensi membuat keadaan lingkungan menjadi darurat karena letaknya di atas air tanah dan bisa mempengaruhi populasi di sekitarnya. Penulis petisi meminta Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) untuk mengevaluasi dan menstabilkan struktur.

Petisi membutuhkan 100 ribu tanda tangan sebelum 21 Desember 2020 agar mendapat tanggapan dari Gedung Putih di Washington DC. "Ini tampak seperti bencana. Tapi kita masih bisa mengubah Observatorium Arecibo menjadi lebih baik," kata penulis petisi, Wilbert Ruperto-Hernandez.