Gedung SD Akhyar International Islamic School Bekasi diresmikan

Gedung Sekolah Dasar Akhyar International Islamic School di Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, milik Ustad Adi Hidayat atau UAH diresmikan hari ini.

Sejumlah tokoh publik turut menghadiri peresmian sekolah tersebut antara lain Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Pelaksana tugas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

"Kita dengan Gubernur Jawa Barat memiliki program kerja sama yaitu mewujudkan kader ulama," kata Ustad Adi Hidayat saat peresmian di Bekasi, Kamis.

UAH mengatakan sekolah yang diresmikan ini bukan hanya sekolah biasa melainkan sekolah yang memiliki tujuan memajukan dunia pendidikan sesuai amanah UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 poin b yakni Negara mengusahakan sistem pendidikan, mewujudkan keimanan, dan meningkatkan ketakwaan, serta akhlak mulia.

Baca juga: Ustaz Adi Hidayat ajak warga kirim doa bagi Eril

Baca juga: Pertemuan Kabareskrim dan UAH bahas isu sosial dan hukum di Tanah Air

"Karena itu semua kurikulum dari Diknas kita padukan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan Al Quran dan hadits," katanya.

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan turut memberikan dukungan kepada UAH yang terus memberikan pengabdian terbaik untuk Indonesia dengan menghadirkan pendidikan berkualitas.

"Dulu, Islam jaya karena ulama-ulama yang sentris, ulama yang saudagar, ilmuan, ya, ulama, politisi, ya, ulama, tidak hanya ustad, guru ngaji. Ekonomi tidak bisa apa-apa. Oleh karena itu ustad yang melakukan adalah guru kita untuk menyiapkan kader-kader terbaik bagi Bangsa, Negara dan tentu agama," ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengaku ikut senang dapat hadir di acara peresmian dan turut berbangga hati terhadap santri-santri Sekolah Dasar Akhyar International Islamic School.

"Negara Indonesia tidak dapat memiliki kekuatan cukup dengan menggunakan sumber daya kami untuk mengakomodasi infrastruktur pendidikan. Itu sebabnya kami mengundang swasta untuk menjadi pilihan kedua, contohnya sekolah Muhammadiyah, membangun rumah sakit dan membangun sekolah," katanya.

Menurut dia, butuh kontribusi swasta untuk memajukan peradaban melalui kemajuan dunia pendidikan di Indonesia seperti UAH dan para dermawan lain sebab Negara tidak akan sanggup mencukupi kebutuhan seluruh dimensi sektor kehidupan.

"Membangun peradaban khususnya sumber daya manusia bukan menjadi tugas Negara saja melainkan mereka yang mencintai kemanusiaan dan mencintai peradaban. Sebagai provinsi Islam terbesar, saya mempunyai pondasi Islam di kepemimpinan saya. Yang pertama kami membuat semua basis kepemimpinan dalam satu tujuan yaitu ibadah" ucapnya.

"Saya senang ada kata internasional karena nanti mereka-mereka lah yang bergaul tidak hanya di lingkungan Bekasi, tidak hanya di lingkungan Jawa barat, tidak hanya di lingkungan Indonesia, tapi akan bergaul di lingkungan dunia dan sebagai negara yang Muslimnya paling banyak, kita punya tanggung jawab membangun opininya," ujar Ridwan Kamil.

Pada seremoni peresmian ini UAH juga turut mengundang tamu kebesaran dari Masyaikh Kuliyyah Dakwah Islamiyah seperti Abubaker Abuswer, Ibrahim Rabu, Mohamed El Breki, serta Farag Bernaama yang berasal dari Tripolli.*