Gegenpressing yang Sulitkan Liverpool, Bikin Kaki Pegal-pegal

Satria Permana
·Bacaan 2 menit

VIVALiverpool benar-benar kehabisan bensin. Mereka kembali menelan kekalahan di Anfield, kala menjamu Brighton and Hove Albion, Rabu 3 Februari 2021 atau Kamis dini hari WIB, 0-1.

Manajer Liverpool, Juergen Klopp, mengakui kekalahan dari Brighton lebih disebabkan karena para pemainnya tak siap secara fisik dan mental. The Reds sama sekali tak menunjukkan tren positif dari satu di antara dua aspek tersebut.

"Kami tak segar. Jika satu di antara mental atau fisik sama sekali tak prima, maka itu akan jadi masalah. Sulit cuma mengandalkan kaki untuk bisa pulih dengan cepat," kata Klopp dilansir BT Sport.

Secara intensitas, Liverpool sebenarnya tak kalah. Hanya saja, pengambilan keputusan dan ketenangan Liverpool begitu buruk.

Para pemain terlihat terburu-buru dalam mengakhiri peluang di depan gawang. Pun, dalam duel-duel perebutan bola, sering kali Jordan Henderson dan kawan-kawan kalah.

"Di saat ini, saya tak punya penjelasan soal pekan yang berat ini dan menghadapi lawan seperti Brighton," ujar Klopp.

Gegenpressing yang Kuras Stamina

Pandangan berbeda diungkapkan oleh mantan gelandang Tottenham Hotspur, Jamie O'Hara. Menurutnya, Liverpool jadi susah karena skema gegenpressing milik Klopp.

Dengan skema permainan tekanan tinggi, O'Hara menyatakan stamina para pemain Liverpool terkuras habis.

Kaki setiap skuad The Anfield Gang benar-benar mati rasa akibat permainan dengan tempo yang tinggi. Apalagi, pilihan mereka begitu tipis, menyusul badai cedera yang parah di dalam skuad.

"Liverpool mati rasa di kakinya. Saya berkata demikian, karena mereka main dengan level tinggi selama dua musim. Akhirnya, ada cedera, cedera, dan cedera," kata O'Hara dikutip talkSport.

"Duel di kandang, ketika menggunakan tim utama, seperti terlihat kurang keberanian dalam mengambil keputusan hingga menekan ke level tertinggi. Tak mudah bermain bagus untuk waktu yang lama," lanjutnya.

Liverpool sebenarnya bisa saja membuka asa untuk kembali lagi dalam perburuan gelar di musim 2020/21. Kebetulan, mereka bakal jumpa Manchester City di akhir pekan ini.

Menang, maka jarak poin terpangkas. Tapi, kalau Liverpool kalah, maka makin tertinggal dari ManCity hingga 10 poin.

"Perburuan gelar selesai, jika mereka kalah lagi. ManCity bahkan belum main bagus dan menyimpan skuad terbaiknya," terang O'Hara.