Geger, 2 Gadis di Bawah Umur Mengaku Diperkosa Pria Misterius

·Bacaan 1 menit

VIVA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPID) Tasikmalaya menerima laporan adanya dugaan perkosaan yang dialami dua gadis di bawah umur. Kedua gadis masing-masing berinisial SF (14 tahun) dan ST (15 tahun) warga salah satu Kecamatan di Tasikmalaya Jawa Barat. selain diperkosaan keduanya juga mengalami penyekapan dan penganiayaan.

Ketua KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal saat kedua gadis tersebut bersama tiga teman laki-laki tersesat dan menginap di emper toko, Minggu 29 Agustus 2021 sekitar pukul 02.30 WIB.

Saat itulah, kata Ato, ke lima bocah di bawah umur itu dihampiri oleh seorang pria dewasa dan membawa kelima bocah ke sebuah pesawahan.

Baca juga: Jokowi Lanjutkan PPKM hingga 6 September, Solo dan Malang Raya Level 3

"Di sawah itu berdasarkan pengakuan korban ada dua saung atau gubuk, anak laki-laki dan perempuan dipisahkan," ujarnya, Senin 30 Agustus 2021.

Kelima bocah tersebut mendapat intimidasi dan penyiksaan, sehingga kelimanya tak berdaya. Tiga anak laki-laki juga sempat dianiaya dan yang perempuan selain dianiaya juga ditelanjangi dan diperkosa, bergantian oleh pria misterius tersebut.

"Jadi selama penyekapan itu dua gadis di bawah umur masing-masing dua kali diperkosa, setelah itu pada Minggu malam baru para bocah berhasil melarikan diri dan melaporkakan peristiwa itu ke KPAID Tasikmalaya," ungkap Ato.

Lanjut Ato, selain diperkosa dan dianiaya seluruh barang berharga milik para korban, dilucuti dan dibawa pria misterius tersebut. KPID Tasikmalaya telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Kota Tasikmalaya, karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) pemerkosaan penganiayaan berada di wilayah hukum Polres Kota Tasikmalaya.

"Kasusnya hari Senin ini sudah kami laporkan kepada pihak kepolisian, adapun seluruh korban saat berada di rumah aman," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel