Geger Aksi Jagal Kucing di Medan, Dikuliti dan Dagingnya Dijual

Bayu Nugraha, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Media sosial dihebohkan dengan kisah viral wanita di Medan yang kehilangan kucing peliharaannya, dan ketika ditemukan sudah dalam keadaan dikuliti dan terpotong-potong bagian tubuhnya.

Cerita ini diunggah oleh seorang wanita bernama Sonia Rizkika lewat Instagram @soniarizkikarai. Mulanya dia menyebut kucingnya yang bernama Tayo hilang selama tiga hari. Setelah bertanya kepada orang-orang di sekitar, seorang warga mengaku melihat kucing milik Sonia dimasukkan ke dalam karung goni.

Mirisnya, menurut informasi, pelaku yang mengambil kucing tersebut adalah seorang jagal yang sudah biasa mengambil kucing untuk dibunuh, kemudian diambil dagingnya dan dijual dengan harga Rp70.000 per kilogram.

Ketika bertanya kepada warga sekitar di mana rumah jagal tersebut, Sonia pun memberanikan diri mendatangi rumah tersebut. Setelah sempat berdebat panjang dengan pemilik rumah, mereka akhirnya mendapati sebuah karung goni berisi potongan tubuh kucing dalam jumlah cukup banyak.

"Setelah membukanya kami melihat banyak kepala kucing, banyak kucing yang sedang hamil juga ada dan setelah itu saya lemas sambil nangis. Saya pun tak sanggup lagi berdiri dan menangis sejadi-jadinya," tulis Sonia di akun Instagram-nya seperti dilihat VIVA, Kamis, 28 Januari 2021.

Setelah menemukan kepala kucing yang diduga adalah kucing peliharaannya, Sonia pun berusaha membawa bukti tersebut ke kantor polisi terdekat. Namun ia mengaku usaha itu sempat tak ada hasil, bahkan ia ditertawakan oleh pihak kepolisian karena tak tahu pasal tentang kucing.

"Lokasi kejadian Jalan Tangguk Bongkar 7, Medan. Saksi ada, dan sebenarnya semua warga juga tahu, tapi ya diam aja. Insya Allah besok dicoba sekali lagi ke jalur hukum," tulisnya.

Berdasarkan unggahan terbarunya, kini laporan tersebut telah ditangani oleh kepolisian dari Polsek Medan Area. Polisi juga telah mendatangi lokasi yang diduga sebagai tempat penjagalan kucing untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Permintaan Kucing dan Anjing di Jerman Meningkat Pesat di Masa Pandemi