Geger Jenazah Hidup Lagi Saat Diautopsi, Tubuhnya Merinding

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang pria di India yang menderita luka parah karena kecelakaan lalu lintas dibawa ke rumah sakit swasta pada hari Sabtu 27 Februari 2021 lalu. Saat ia dipasang ventilator atau alat bantu pernapasan oleh dokter dan kemudian dinyatakan otaknya mati.

Dikutip dari Times of India, pria yang masih berusia 27 tahun itu diketahui bernama Shankar Gombi. Ia dikabarkan hidup kembali atau biasa dikenal sebagai mati suri. Mati Suri adalah pengalaman pribadi seseorang yang telah meninggal secara klinis, sebelum akhirnya hidup kembali.

Dalam dunia neuroscience dan kedokteran modern abad ke-20 disebut sebagai NDE (Near-Death Experience) atau pengalaman mendekati kematian. Biasanya, orang yang mengalami hal tersebut tidak memiliki ingatan dalam waktu singkat di mana mereka secara teknis meninggal. Tetapi 10-20 persen yang mengalami ini, bisa mengingatnya.

Pada Minggu malam, jenazah Shankar sudah dikirim ke rumah sakit pemerintah untuk dilakukan autopsi. Sementara keluarganya sedang membuat persiapan yang diperlukan untuk pemakamannya. Namun, ada kejadian aneh ketika hendak melakukan autopsi, dokter melihat tubuh Shankar Gombi itu mengalami reaksi seperti merinding seluruh tubuhnya yang mana berarti Shankar masih bisa merespons segala hal yang dilakukan kepadanya.

“Seorang petugas senior di ruang post-mortem (autopsi) yang sedang mempersiapkan prosedur mengatakan bahwa dia mengamati pergerakan. Pada pemeriksaan lebih dekat, dia menemukan bahwa ternyata pria India itu masih hidup,'' anggota keluarga Shankar menjelaskan.

Seorang dokter berkata ketika dia menyentuh Shankar, dia melihat merinding di tubuhnya.

“Artinya ada sensasi di dalam tubuh. Saya memeriksa dengan oksimeter denyut dan saya memeriksa detak jantungnya. Ada denyut nadi,” kata Dr. G.S. Galagali.

Dokter kemudian mengatakan bahwa Shankar harus dirawat di rumah sakit swasta untuk perawatan lebih lanjut agar tidak lagi ada kekeliruan perihal dirinya yang masih hidup atau benar-benar sudah tiada.

Shankar merespons perawatan tersebut dan tanda vitalnya normal pada hari Selasa.

“Saya diberi tahu bahwa ada kemungkinan dia bertahan hidup dan dia merespons pengobatan. Saya telah melakukan lebih dari 400 bedah mayat dalam 18 tahun karier saya tetapi tidak pernah melihat kasus seperti itu,” kata Dr. Galagali.

Laporan: Aufa Prasya Namyra