Geger KLB Demokrat, Intip Daftar Petinggi Partai yang 'Angkat Kaki'

Hardani Triyoga, Dedy Priatmojo
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kisruh Partai Demokrat jadi sorotan publik karena memunculkan dualisme kepengurusan. Dualisme ini karena hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum dengan susunan pengurus baru periode 2021-2025.

Kepengurusan yang dipimpin Moeldoko itu untuk menggusur Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY beserta barisan pendukungnya. AHY merupakan putra sulung Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

AHY meraih posisi Ketua Umum Demokrat merujuk Kongres V di Jakarta pada Maret 2020. Saat itu, ia terpilih secara aklamasi untuk menggantikan kepemimpinan ayahnya, SBY.

Kini, konflik Demokrat memanas karena dua pihak yang bertikai melalui elite masing-masing terus saling menyerang dengan pernyataan. Kubu AHY menganggap kepengurusan Moeldoko abal-abal karena berasal dari KLB yang ilegal.

Sebaliknya, kepengurusan versi KLB Sibolangit mengklaim telah berpijak sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat. Mereka bahkan menyerang Demokrat era SBY dan AHY sebagai partai politik dinasti.

Menilik ke belakang, terdapat fakta menarik terkait Demokrat. Banyak elite Demokrat yang loncat ke partai lain karena berbagai alasan. Mulai kekecewaan, dipecat, hingga sudah tak memiliki persamaan visi misi dengan SBY-AHY.

Berikut catatan VIVA terkait daftar elite Demokrat yang hengkang.

- Goodbless Sofcar Vicky Lumentut, mantan Ketua DPD Demokrat Sulawesi Utara dan Wali Kota Manado. Ia pindah ke Nasdem pada 2018 karena merasa cocok dengan visi misi partai besutan Surya Paloh tersebut.,

- Muhammad Rudi, eks Ketua DPC Demokrat Batam dan Wakil Wali Kota Batam (2011-2016). Ia loncat ke Partai NasDem pada 2016 dan kini menjadi Wali Kota Batam.

- Chris John, mantan petinju ini bikin geger kancah politik karena memutuskan keluar dari Demokrat pada Juli 2018. Ia pindah ke Partai Nasdem agar bisa maju sebagai caleg ke Pemilu 2019.

- Khairul Rizal, eks Plt Ketua DPC Demokrat di NTB. Ia juga loncat ke Partai NasDem pada 2018 untuk persiapan menunjuk Pileg 2019.

- Saan Mustopa, mantan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat. Ia memutuskan keluar dari Demokrat pada Maret 2016 usai kalah dari kontestasi Pilkada Karawang. Kini, ia jadi Anggota DPR dari Fraksi Nasdem.

- Tridianto, eks Ketua DPC Demokrat Cilacap yang pada 2017 pindah ke Partai Hanura. Salah satu alasannya karena Hanura di bawah Wiranto saat itu berjanji tak ada dinasti politik.

- Venna Melinda, Anggota DPR dari Demokrat yang pindah ke Nasdem. Alasan Venna karena mendukung Jokowi maju sebagai calon presiden periode 2019-2024.

- Deddy Mizwar, mantan Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Demokrat. Eks Wakil Gubernur Jawa Barat itu pindah ke Partai Gelora pada 2019.

Baca Juga: AHY vs Moeldoko di Demokrat, Begini Analisa Yusril Ihza Mahendra

- Ruhut Sitompul, eks Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Partai Demokrat. Ruhut keluar dari Demokrat karena tak sesuai dengan visi misi partai. Salah satunya beda sikap politik di Pilkada 2017.

- Muhammad Zainul Majdi, mantan Gubernur NTB dan Ketua DPD Demokrat NTB. Politikus yang akrab disapa Tuan Guru Bajang itu pada 2018 pindah ke Golkar. Salah satunya kabar ia keluar karena sikap politik Pilpres 2019.

- Ferdinand Hutahean, eks Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Demokrat. Ia keluar karena merasa tak cocok dengan kepemimpinan AHY.

Hayono Isman, mantan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Ia pindah ke Partai Nasdem pada 2016 karena beda pandangan dengan SBY.

- Gede Pasek Suardika, eks elite Demokrat yang kini jadi petinggi Partai Hanura. Ia keluar dari Demokrat pada 2015 karena tak memiliki persamaan dengan SBY.