Geger Meghan Markle Dituduh Lakukan Bullying Pada Staf Kerajaan

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVAMeghan Markle lagi-lagi diterpa kontroversi. Kali ini, ia dituding melakukan bullying terhadap staf istana saat masih memegang tugas sebagai anggota kerajaan.

Tuduhanitu datang dari salah satu pegawai terdekatnya saat di kerajaan. Namun, tuduhan ini dibantah keras oleh pegawai kantor lainnya.

Pada Rabu lalu, Istana Buckingham pun mengeluarkan pernyataan akan melakukan penyelidikan terhadap tuduhan tersebut. Kabar bullying itu dilaporkan oleh The Times di Inggris.

"Kami jelas sangat khawatir mengenai tuduhan dalam The Times setelah klaim yang dibuat oleh mantan staf Duke dan Duchess of Sussex," bunyi pernyataan itu dikutip laman People.

"Karena itu, tim HR kami akan melihat situasi yang ditulis dalam artikel. Anggota staf yang terlibat saat itu, termasuk dua orang yang sudah meninggalkan Istana, akan diundang untuk berpartisipasi untuk melihat apakah ada sesuatu yang bisa dipelajari," lanjut pernyataan itu.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Kerajaan tidak akan mentoleransi bullying atau pelecehan di tempat kerja.

Meski begitu, Istana Buckingham tidak mengklasifikasi investigasi internal apa yang dilakukan tapi lebih kepada melakukan sebuah pemeriksaan atas tuduhan dan partisipasi orang-orang yang terlibat. Meghan dan Pangeran Harry sendiri tidak akan menjadi bagian dari penyelidikan itu.

Baik Meghan dan Harry sudah menyangkal tuduhan itu. Dalam sebuah pernyataan yang diterima People, juru bicara Meghan Harry mengatakan bahwa pasangan itu sedih atas serangan terhadap mereka.

"Khususnya sebagai seseorang yang pernah menjadi target bullying dan sangat berkomitmen untuk mendukung mereka yang pernah mengalami luka dan trauma," katanya.

Tuduhan itu yang dilaporkan oleh The Times dibuat pada Oktober 2018 oleh mantan sekretaris komunikasi Meghan dan Harry Jason Knauf. Dia mengklaim bahwa Meghan mengeluarkan dua asisten pribadi dari kerajaan dan merusak kepercayaan diri anggota staf ketiga.

Menurut The Times, Knauf menyerahkan keluhannya sebagai upaya melindungi staf istana yang diduga di-bully oleh Meghan Markle, terkadang berubah menjadi air mata. Salah satu ajudan kerajaan, yang mengantisipasi konfrontasi dengan Meghan diduga sudah memberi tahu seorang kolega.

Harry disebut memohon kepada Knauf tidak menyerahkan laporan itu ke kepala HR. Namun, pengacara Meghan dan Harry membantah ada pertemuan seperti itu dan Meghan tidak pernah mengintervensi masalah staf.

Knauf dilaporkan mengirim email kepada Simon Case, sekretaris pribadi Pangeran William saat itu yang kini menjadi sekretaris kabinet, setelah berbicara dengan Kepala HR Samantha Carruthers.