Geger Negara Islam Larang PUBG Mobile, Game Online Asal China

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Salah satu negara Islam di Asia Selatan, Pakistan, baru-baru ini melakukan pemblokiran terhadap game online PlayerUnknown's BattleGrounds (PUBG) Mobile milik raksasa teknologi China, Tencent.

Untuk sementara waktu game tersebut dilarang karena banyaknya aduan, seperti ketagihan sampai merusak kesehatan dan mental yang main hingga akhirnya bunuh diri.

Dikutip dari situs Live Mint, Jumat, 3 Juli 2020, Pakistan Telecommunication Authority (PTA) mengeluarkan aturan tersebut. Mereka menerima keluhan bahwa game online perang ini membuat ketagihan, pemborosan waktu, dan dampak negatif untuk kesehatan maupun psikologis.

Langkah ini mereka ambil karena laporan dari orang-orang yang peduli terhadap dampak yang ditimbulkan. Belum lagi karena adanya laporan kasus bunuh diri yang dikaitkan dengan PUBG Mobile.

"Pengadilan Tinggi Lahore juga telah menginstruksikan PTA untuk menyelidiki masalah ini dan memutuskan setelah mendengar pengaduan. Pengadilan akan berlangsung pada 9 Juli mendatang," kata PTA.

Pada 24 Juni lalu, laki-laki usia 16 tahun melakukan bunuh diri dengan cara menggantung diri di rumahnya dan dikatakan penyebabnya adalah karena kegagalan misinya di PUBG Mobile.

Polisi mengkonfirmasi bahwa anak tersebut mengambil langkah ekstrem karena tidak bisa menyelesaikan tugasnya saat bermain game online yang dikembangkan Tencent Games tersebut.

"Kami menemukan ponselnya di tempat tidur dengan layar mempertunjukkan permainan PUBG. Kami segera menghubungi Punjab Forensic Science Agency untuk penyelidikan lebih lanjut atas insiden itu," ujar Saddar Division SP Operations, Ghazanfar Syed.

Permainan atau game online dengan jenis battle royale ini juga menjadi perhatian di India karena banyak laporan yang menghubungkan PUBG Mobile dengan kecanduan serius dan beberapa kasus bunuh diri.