Geger Pemberitaan PHK Guru, Yayasan Al Insanul Kamil Bersuara

Toto Pribadi, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Yayasan Al Insanul Kamil Surabaya Jawa Timur terpaksa harus mengeluarkan bantahan keras terkait dengan isu tak sedap yang sedang menerpanya. Pasalnya, pemberitaan di beberapa media dianggap telah menyebarkan kabar tak benar dan menyudukan yayasan.

Sebelumnya diberitakan Sekolah Islam Shafta, milik yayasan, telah melakukan pemecatan secara sepihak terhadap sejumlah guru dan wakasek tanpa alasan yang jelas. Sumbernya bernama Antok. Bahkan juga diberitakan terjadi aksi penamparan dan kata-kata kasar yang dilakukan Ketua Yayasan, Ahmad Nashruddin.

Faktanya, menurut Ketua Yayasan Al Insanul Kamil, selama ini tidak ada guru bernama Antok sehingga pemilihan sumber dianggap tidak relevan. Selain itu, masih menurut Ahmad Nashruddin, yayasan juga selalu mengedapankan aturan yang berlaku termasuk terkait pemutusan kerja (teguran hingga pemberlakuan SP3).

"Dalam hal pemutusan hubungan kerja, pihak Yayasan Al Insanul Kamil telah mengikuti prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bahwa dalam kenyataannya para pegawai datang pada pukul 06.00 WIB lebih dan berbaris untuk di evaluasi kinerjanya oleh ketua yayasan secara langsung lazim dilakukan oleh lembaga manapun," kata Ahmad dalam keterangannya.

Lebih jauh, Ahmad Nashruddin menjelaskan bahwa pihak Yayasan Al Insanul Kamil selalu terbuka untuk melakukan mediasi dengan pihak manapun dan tidak pernah menutup pintu untuk siapapun yang beriktikad baik.

Sehingga, adanya pencatutan pengurus yayasan yang tidak jelas sumbernya yang memberikan keterangan tentang berita pemutusan hubungan kerja beberapa guru dan wakasek, membuatnya kaget dan merasa difitnah. Sekali lagi ditegaskan Ahmad, dalam data guru SMP dan SMU Shafta tidak terdapat guru bernama Antok.

Ahmad menambahkan, terkait dengan adanya 5 guru yang keluar dari sekolah, semua berdasarkan keinginan pribadi dan berdasarkan performa kinerja yang mereka lakukan. Bukan karena alasan yang tidak jelas. Tidak benar pula ada pemberhentian Kabag, semua murni hanya reshuffle jabatan yang lazim terjadi.

Saat ini, pihak Yayasan Al Insanul Kamil meminta kepada pihak redaksi dari media terkait untuk memuat klarifikasi dan hak jawab mereka guna menepis kabar tak sedap ini. Harapannya tentu kabar sepihak tersebut tak lagi mencoreng nama yayasan.