Geger Pencurian Properti Pocong-pocangan di Alun-alun Lamongan

·Bacaan 3 menit

VIVA – Berlakunya PPKM alias Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat menghasilkan peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Di mana aturan-aturan tersebut jelas harus diikuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaan aturan baru PPKM ini membuat semua warga Indonesia harus mengurangi berbagai macam aktivitas di luar rumah. Seperti kegiatan jual beli di pusat perbelanjaan, mall, dan restoran. Lalu, kegiatan beribadah semua dilakukan di rumah dan begitu juga dengan aktivitas sekolah.

Semua restoran juga terpaksa tidak menerima makan di tempat selama peraturan PPKM Darurat berlaku. Aturan ini dibuat agar tidak banyak yang berkumpul dalam satu area. Di mana hal tersebut bisa saja menjadi penyebab penyebaran virus Covid-19

Pemerintah sangat tegas dalam melarang warganya untuk berada dalam suatu tempat yang penuh dengan keramaian, kerumunan dan kebisingan. Tak sampai disitu, pemerintah juga menutup berbagai fasilitas umum. Kendati demikian, masih saja banyak warga Indonesia yang belum mengikuti serta menaati peraturan yang berlaku saat ini.

Masih banyak warganya yang sering berada di dalam satu kerumunan, nongkrong di warung-warung kecil, berpergian dengan alasan yang tidak penting danyang terpenting tidak mengikuti protokol kesehatan.

Hal ini tentu membuat pihak pemerintah dan sejajarnya jengah atas perilaku warganya yang sulit diatur. Oleh karena itu, demi mengatasi permasalahan ini pemerintah dan polres membuat berbagai jenis kampanye demi mensosialisasikan aturan baru PPKM Darurat tersebut.

Berbagai jenis kampanye pun dibuat oleh pihak pemerintah dan polres dengan tujuan membuat warga Indonesia merasa jera dan takut dengan kenyataan yang ada. Jika wabah Covid-19 itu memang benar adanya dan virus ini bisa memakan banyak korban tanpa memandang status siapa mereka.

Seperti salah salah satunya yang dibuat oleh Polres Lamongan demi membuat warga setempat jera dan takut dengan adanya risiko terpaparnya virus Covid-19. Baru-baru ini beredar video yang diunggah oleh @makassar_iinfo pada 09 Juli 2021 tadi malam. Di mana pada video tersebut, menampilan sebuah spanduk hitam besar dan beberapa boneka pocong di sudut Alun-alun Kota Lamongan, telah hilang dicuri orang.

Spanduk hitam besar itu bertuliskan "61.140 ORANG MENINGGAL KARENA COVID-19 DI INDONESIA. MAU GABUNG?????."

Tidak hanya itu, terlihat juga beberapa keranda di depan spanduk tersebut. Di mana, keranda tersebut didapati tulisan "MATI KARENA CORONA". Meskipun sudah dibuat semenyeramkan mungkin, salah satu boneka pocong itu telah hilang dicuri orang. Aksi pencurian ini terekam oleh kamera CCTV.

Dalam rekaman CCTV tersebut tidak terlihat jelas siapa pelakunya. Hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa mencari jejak mereka. Berdasarkan rekaman CCTV, pocong tersebut diambil oleh dua orang laki-laki bersarung sambil mengendarai sepeda motor.

Kedua pelaku tersebut sempat membawa boneka pocong itu lalu diletakannya di sembarang tempat. Hal tersebut karena ada pemotor lain yang lewat. Setelah mereka merasa aman, pelaku tersebut langsung menjalankan aksinya lagi dengan membawa pergi pocong itu. Keduanya kabur dari lokasi tempat kampanye itu dengan membawa motor sangat kencang. Kedua pelaku tersebut tidak menyadari jika aksi pencuriannya tersebut terekam oleh kamera CCTV milik Dishub Lamongan.

Kejadian tersebut terjadi pukul 00.55 WIB tadi dini hari. Sontak video kampanye yang menegaskan protokol kesehatan ini beredar di media sosial dan berhasil mencuri perhatian warganet. Tak sedikit netizen memberikan komentar.

"kesel banget liat tingkah warga +62 ???????? sampai pocong"an aja di curi dong ????" tulis Intcesss

"alhamdulillah akhirnya pihak keluarga datang untuk menjemput ????" tulis viktor_ahmed

"Motivasinyanya apa nyuri pocong," tulis tas_jimshoney_semarang

"mungkin maksudnya bagus biar g nakutin orang-orang wkwkwk," tulis nugroho_triwijayanto19

"mungkin pocongnya meresahkan para pengguna jalan.....," saut miftah.bakhtiar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel