Geger Postingan Helena Lim si Crazy Rich Pantai Indah Kapuk

Siti Ruqoyah, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Influencer atau yang dikenal dengan nama Crazy Rich Pantai Indah Kapuk bikin geger jagad maya. Pemilik akun instagram @helenalim899 mengaku dapat vaksin Covid-19 gratis dari pemerintah di puskesmas kebun jeruk Jakarta Barat.

Hal itu diketahui dari story Helena sendiri. Dalam unggahannya influencer tererbut memamerkan tengah menunggu jadwal penyuntikan vaksin Covid-19 di Puskesmas Kebon Jeruk. Dalam menerima vaksin, Helena tidak sendiri, melainkan memboyong serta satu keluarganya.

“Dua minggu lagi baru kita vaksin lagi,” ucap @helenalim899 dalam komentarnya di Instagram miliknya.

Helena Lim merupakan penyanyi dengan single ‘pasrah’, juga merupakan pecinta fashion dan tergabung dalam klub mobil mewah McLaren. Helena juga diketahui memiliki chanel youtube.

Usai mendapatkan vaksin, Helena mengungkapkan dirinya tak lagi takut dengan Covid-19, ia bahkan sudah berencana jalan-jalan usai mendapatkan vaksin.

Unggahan Helen pun viral dan kontroversi dipublik. Pasalnya sampai saat ini pihak yang berhak menerima vaksin masih dari golongan tenaga medis. Wakil Walikota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko mengaku sudah menelusuri hal tersebut.

Dalam hal ini Yani menemukan bahwa Helen merupakan pemilik Apotik Bumi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Karena merujuk dari Undang-Undang nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, maka pemilik apotik seperti di pasal 11 masuk dalam kategori tenaga kesehatan.

“Ada 13 item, salah satu apoteker. Yah dia salah satunya,” ujar Yani.

Dalam Undang-undang nomor 36 tahun 2014 dijelaskan tentang tenaga kesehatan yakni adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.

Sementara itu Kasudin Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini mengatakan bahwa Helena. dan keluarganya membawa keterangan bekerja di apotek sebagai penunjang.

"Dan apotik merupakan salah satu sarana kefarmasian yang masuk dalam prioritas pertama," ujarnya.

Dalam hal ini pula Kristy memastikan sampai saat ini vaksin masih diberikan terhadap tenaga kesehatan dan penunjang di fasilitas kesehatan.