Geger Private Party di Perumahan Kota Depok

Merdeka.com - Merdeka.com - Alunan musik berdegup kencang dari sebuah rumah di Blok AH, Perumahan Pesona Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/6). Suasana ruangan temaram. Namun tetap meriah karena gemerlap lampu warna warni dugem.

Muda mudi terlihat tanpa batasan, bercampur baur di satu ruangan, berlenggang mengikuti irama musik. Ada perempuan yang mengenakan pakaian seksi. Ada pria yang bertelanjang dada. Ada juga memegang botol minuman keras, dan sesekali menenggaknya.

Kondisi di luar rumah tidak jauh berbeda. Mereka berkerumun pada salah satu meja lipat outdoor. Duduk beberapa wanita. Ada yang berpakaian minim. Jumlah pria terbilang lebih banyak.

Di paving block terdapat beberapa botol minuman dalam kondisi tutup sudah terbuka. Private party ini akhirnya digerebek polisi setelah mendapat laporan dari warga.

"Jadi benar ada kegiatan tersebut pada Minggu dini hari di Depok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Senin (6/6).

Polda Sebut Pesta Bikini

Tidak kurang dari 200 muda mudi mengikuti private party. Penyelenggara melaksanakan pesta tanpa mengantongi izin dari pihak kepolisian. Selain itu, sejumlah peserta yang hadir mengenakan pakaian bikini.

"Kalau (dibilang) pesta bikini karena mungkin karena pesertanya berpakaian seperti itu. Kemudian kegiatan ini tidak memiliki izin dari kepolisian sehingga kita membubarkan acara itu," ujar dia.

Dalam penggerebekan, polisi juga meminta pengunjung untuk melakukan tes urine. Hasil pemeriksaan seluruh urine peserta negatif narkoba.

"Terhadap para peserta party tersebut dilakukan tes urine. hasilnya tidak ditemukan adanya penggunaan narkoba," ujar dia.

polisi gerebek pesta bikini di depok
polisi gerebek pesta bikini di depok

©2022 Merdeka.com

Polres Bantah Pesta Bikini

Polisi berbeda keterangan terkait privat party tersebut. Jika Polda Metro Jaya menyebut perihal pesta bikini, namun Polresta Depok yang ikut dalam penggerebekan membantah.

"Bukan pesta bikini. Jadi pada hari Sabtu malam (Minggu) dapat informasi dari jajaran Intel Polda kemudian kita selaku Polres Depok yang kedapatan wilayah terkait pesta tersebut kita backup jajaran Intel Polda ke lokasi," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno.

Polisi memastikan pengunjung yang datang tidak ada yang berpakaian bikini. Polisi tiba di lokasi pada pukul 00.30 WIB. Pengunjung mengadakan pesta dalam sebuah ruangan di dalam rumah. Ditemukan juga beberapa orang yang sedang ada di area kolam renang.

"Di sana memang terdapat pesta di dalam suatu rumah ada minuman keras juga. Kemudian di sana ada kolam renang, beberapa orang sudah nyebur di dalam juga," ujarnya.

Dikatakan, tidak ada pengunjung yang mengenakan pakaian renang malam tersebut. Namun memang kebanyakan pengunjung menggunakan pakaian seksi. "Mengenakan pakaian, enggak ada yang pakai bikini, tapi bisa dikatakan seksi," ungkapnya.

10 Kotak Kondom

Selain miras, polisi juga menemukan 10 kotak kondom dari lokasi private party. 10 kotak kondom tersebut masih baru belum terpakai.

"Ada juga beberapa barang bukti seperti alat kontrasepsi yang belum dipakai," tutur Yogen.

Kondom tersebut ditemukan dalam salah satu kamar di rumah mewah yang terletak di blok AH Perumahan Pesona Depok tersebut.

"Ada 10 kotak. Tiap kotak berapa pieces isinya. Belum tahu apakah ada prostitusi atau tidak karena sulit ya karena belum digunakan," tambahnya.

kesaksian penjaga rumah soal private party di depok saya tertipu
kesaksian penjaga rumah soal private party di depok saya tertipu

©2022 Merdeka.com/Nur Fauziah

Penyewa Mengaku Mahasiswa

Satu persatu kegiatan private party ini mulai terkuak. Penjaga rumah di Blok AH Pesona Depok, Tiar mengatakan penyewa rumah tersebut mengaku sebagai mahasiswa.

Tiar merasa kecolongan dengan private party yang dihadiri ratusan remaja pada Sabtu (4/6) malam. Dia tidak menyangka rumah yang dijaganya dijadikan lokasi dugem.

Ketika datang menghubungi Tiar, penyewa mengaku sebagai mahasiswa. Tempat itu katanya akan digunakan untuk acara ulang tahun.

Saat mendapati acara yang digelar ternyata pesta dugem, Tiar mengaku sudah menegur. Namun dia tidak dapat berbuat apa-apa karena rumah sudah dipenuhi pengunjung.

"Saya juga kena tipu sama mereka. Awalnya mereka bilang dari kampus buat acara ulang tahun, makanya harga juga untuk pelajar, ternyata malah acara kaya gitu," katanya.

Tiar menegaskan yang hadir malam itu tidak ada yang mengenakan bikini. "Celana pendek doang, bukan bikini. Saya keberatan banget karena merugikan saya," ungkapnya.

Rumah bercat putih dan abu-abu itu memang sering digunakan untuk keperluan acara keluarga dan kampus. Harga yang ditawarkan berbeda-beda. "Kalau mahasiswa Rp 4,5-5 juta. Kalau bukan mahasiswa Rp15 jutaan," ucapnya.

Kejanggalan

Tiar menuturkan, banyak kejanggalan terjadi sebelum acara digelar. Salah satunya pemesanan tempat yang dilakukan mendadak hingga tidak adanya persiapan acara pada H-1.

"Acara itu aneh, serba dadakan. Mereka nyewanya dua atau tiga hari sebelum acara, kaya tergesa-gesa gitu. Ngomongnya acara jam 8 malam, tapi jam 5 sore belum ada persiapan," bebernya.

Tiar menceritakan, mulanya ada dua orang yang menghubunginya untuk menyewa rumah dua lantai itu. "Jadi pertama ada perempuan yang ngehubungin, kemudian kedua lain orang," jelasnya.

Saat acara digelar, Tiar mengaku sempat heran dengan penyelenggaraan acara itu. "Sempat sih (menegur) tapi kan udah banyak begitu mau bubarin (susah). Akhirnya datang dari pihak Polres," jelasnya.

Malam itu diperkirakan 400 orang yang datang. Area parkir pun penuh hingga ke lantai dua. "Kemarin hampir 400, sedangkan kapasitas di sini cuma 100 orang," ungkapnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel