Geger, Situs Candi Boto Tumpang Ditemukan Warga di Kendal

Dusep Malik, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Warga Dusun Boto Tumpang, Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal Jawa Tengah, berharap agar situs candi yang ditemukan dan kini sedang digali di desanya, akan dikembangkan menjadi obyek wisata. Dengan begitu, masyarakat setempat bisa lebih makmur.

Harapan itu membuncah setelah Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) Kemendikbud berhasil menggali temuan warga berupa susunan bangunan batu bata yang diduga kuat sebagai candi.

Bahkan, hasil uji bahan temuan yang dikirim ke dua laboratorium berbeda di Zew Zealand dan Perancis, menunjukkan situs yang kemudian disebut Boto Tumpang tersebut dibuat di era tahun 630 Masehi. Artinya lebih tua dari candi-candi kerajaan Mataram Kuno lainnya yang berada di wilayah Magelang, Klaten, Yogyakarta, Semarang, hingga Dieng Wonosobo.

"Kita memperkirakan tanggalannya dengan dua cara, yaitu secara absolut dan relatif. Untuk absolutnya kita ambil beberapa contoh bahan, lalu kita kirim ke dua laboratorium yang berbeda di New Zealand dan Perancis, maka ketemulah angka 630 Masehi itu," kata ketua tim Puslitarkenas Agustijanto Indrajaja yang sejak 2019 meneliti bagaimana pengaruh Hindu-Budha masuk ke Jawa Tengah melalui pesisir pantura, Jumat 23 April 2021.

Warga yang pertama menemukan, Suprabowo menceritakan, ditemukannya situs ini berawal saat ia menggali tanah di sekitar rumahnya untuk membuat lubang sampah. Tapi saat menggali, ia malah menemukan batu bata yang tersusun bertumpuk.

"Awalnya mau bikin lubang buat nampung sampah. Tapi pas sudah satu meter, kok ada tumpukan batu bata datar gitu. Wah saya jadi takut neruskan, karena sebelumnya dulu itu juga pernah ditemukan hal yang sama tapi tempatnya agak jauh sana, yang warga dulu mengira bangunan peninggalan Walisongo, lha ternyata setelah diteliti kok malah zaman Hindu," cerita Suprabowo.

Informasi ini kemudian sampai kepada tim arkeolog yang kebetulan sedang meneliti di Kecamatan Kangkung pesisir Kendal. Tim pun bersama warga melakukan penggalian sehingga kini mulai terlihat bentuk candi yang terbuat dari batu bata. Ukuran cukup besar. Bagian bawah atau dasarnya diperkirakan berukuran 24 x 24 meter. Sebagai perbandingan, Candi Mendut di Magelang punya ukuran dimensi 10 x 10 meter.

Atas temuan ini warga berharap, nantinya kalau candi sudah kelihatan semua dan dipugar akan menjadi obyek wisata sejarah.

"Ya kalau bisa dibuat tempat rekreasi lah, biar warga di sini maju. Kan setelah diteliti ternyata ada beberapa titik temuan dan terus digali, nanti bisa ramai di sini," kata Suprabowo.

Laporan kontributor tvone: Teguh Joko Sutrisno/Semarang