Geger Temuan Pabrik Rudal Balistik Nuklir Rahasia China, Amerika Panik

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ternyata Amerika Serikat benar-benar terkejut dengan penemuan lokasi pengembangan rudal balistik antarbenua alias ICBM (Intercontinental Ballistic Missile) milik militer China sebuah gurun pasir tak jauh dari Kota Yumen, Provinsi Gansu.

Dilansir VIVA Militer, Jumat 2 Juli 2021 dari AFP, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price menyatakan jika benar temuan itu merupakan pusat pengembangan peluru kendali antarbenua China, maka ini sebuah fakta yang tak pernah diketahui Amerika sebelumnya. Bahkan jauh dari prediksi.

Menurutnya, temuan lokasi ICBM China oleh gambar satelit komersil yang diteliti para ahli dari James Martin Center for Nonproliferation Studies di Monterey, California, cukup membuat Amerika panik. Sebab dicurigai kekuatan senjata nuklir China kini jauh berkembang.

"Saya pikir apa yang adil untuk dikatakan adalah bahwa laporan ini dan perkembangan lainnya menunjukkan bahwa persenjataan nuklir RRC akan tumbuh lebih cepat, dan ke tingkat yang lebih tinggi, daripada yang mungkin diantisipasi sebelumnya. Penumpukan ini, ini mengkhawatirkan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang niat RRC," kata Price.

Price menyatakan, Amerika dipastikan tidak akan tinggal diam dengan fakta temuan itu. Karena jika dibiarkan akan beresiko buruk bagi negaranya.

"Dan bagi kami itu memperkuat pentingnya mengejar langkah-langkah praktis untuk mengurangi risiko nuklir. Terlepas dari apa yang tampak sebagai kebingungan RRC, penumpukan yang cepat ini menjadi lebih sulit untuk disembunyikan. Dan itu menyoroti bagaimana RRC tampak kembali menyimpang dari strategi nuklir puluhan tahun yang didasarkan pada pencegahan minimum," katanya.

Gambaran setelit 100 silo milik China itu sebenarnya secara tak sengaja ditemukan oleh para peneliti James Martin Center for Nonproliferation Studies di Monterey, California.

Jadi awalnya seorang peneliti bernama Decker Eveleth sedang memeriksa foto yang diambil dari satelit komersil China.

Sementara itu menurut Direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di Pusat Studi Nonproliferasi, Jeffrey Lewis, jika dilihat dari jumlah silo yang ada di lokasi temuan itu, maka diperkirakan China memang sengaja mempersiapkan senjata untuk menyerang balik, jika mereka diserang.

Lokasi konstruksi yang terlihat pada foto satelit tersusun dalam dua petak besar, meliputi bagian lembah gurun yang membentang ke barat dan barat daya Yumen, sebuah kota berpenduduk 170.000 orang di sepanjang Jalur Sutra kuno China.

Setiap situs dipisahkan dari tetangganya sekitar dua mil, dan banyak situs tersembunyi oleh penutup besar seperti kubah. Semetara itu sejauh ini Beijing belum memberikan keterangan atas temuan fasilitas itu.

Baca: Dunia Geger Satelit Temukan Pabrik Rudal Balistik Nuklir Rahasia China

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel