Geger, Terbongkar Makanan Menjijikan Prajurit Marinir Amerika

Febrika Indirawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Media sosial Facebook, sempat digegerkan dengan sebuah postingan yang menyebutkan bahwa Korps Marinir Amerika Serikat, menyediakan makanan yang tidak sehat atau tidak layak konsumsi.

Hal ini publikasikan Kevin Selfaison, seorang veteran Korps Marinir AS. Kevin membagikan begitu banyak foto, yang sebagian besar diambilnya sendiri saat masih bertugas aktif.

Dikutip militer="" tag="" www.viva.co.id="">militer">VIVA Militer melalui Military Kamis 29 Oktober 2020, Kevin diketahui bertugas di kapal induk USS Nimitz mulai tahun 2017 hingga tahun 2020 ini. Foto-foto yang diunggahnya itu, terlihat sangat memalukan.

Diantara sebuah foto selada yang memperlihatkan adanya serangga, para prajurit diberikan ayam mentah, adanya rambut pada makanan yang dinilai tidak higienis, dan masih banyak lagi makanan menjijikan yang diunggah Selfaison.

Ternyata, kejadian hidangan makanan yang tidak layak ini juga terjadi di tempat lain. Seperti di dalam kapal induk USS Theodore Roosevelt.

"Saya ingin orang tahu tentang ini dan saya ingin orang yang berpangkat tinggi dari saya tahu tentang ini. Jika saya melaporkan ini, maka hanya akan dilaporkan kepada kapten. Dan mereka tidak mungkin memberi tahu atasannya lagi, tentang makanan yang ada,” katanya.

Melihat hal tidak baik ini tersebar, seorang juru bicara Korps Marinir AS menanggapi hal tersebut. Letnan Emily Wilkin mengatakan jika Korps Marinir akan menanggapi laporan tentang makanan buruk, dengan sangat serius.

“Kami tidak bisa memastikan keaslian foto yang diunggah prajurit itu. Nimitz sendiri pernah dianugerahi Penghargaan Layanan Makanan Memorial Kapten Edward F. Ney 2020. Jadi kesehatan dan kesejahteraan kru adalah prioritas kami,” ujar Emily.

Perlu diketahui bahwa Penghargaan Layanan Makanan Memorial Kapten Edward F. Ney, merupakan penghargaan yang diberikan untuk layanan makanan kapal induk terbaik. Karena memenuhi standar kebersihan, layanan, dan kualitas yang makanan yang sangat tinggi.

“Para pemimpin Korps Marinir sering melakukan pemeriksaan makanan dan kebersihan fasilitas makanan. Jadi para prajurit diminta untuk melaporkan masalah makanan mereka, dengan memberikan kritik dan saran,” ucap Emily menambahkan.

Tapi di sisi lain, Salfaison mengungkapkan bahwa para prajurit memiliki pilihan yang sangat terbatas untuk melaporkan masalah makanan kepada para pemimpin. Sehingga penyelesaian masalah mengenai makanan, dapat dikatakan tidak berjalan dengan baik, seperti apa yang diberitahukan.

Baca: TNI Siapkan Pasukan Tempur Tombak Sakti Terbang ke Papua