Geger Uang Pelicin Manajer Timnas di Piala Dunia U-20, Ini Kata PSSI

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Isu kurang sedap menghantam PSSI di ujung tahun 2020. Perwakilan PSSI disebut meminta uang pelicin hingga Rp30 miliar untuk menjadikan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Alex Noerdin sebagai manajer Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

Isu itu berhembus di media sosial melalui tulisan dari wartawan sepakbola senior Joseph Erwiyantoro. Dalam tulisan itu, sejumlah nama petinggi PSSI terseret. Bahkan, ada sebuah bukti penyetoran kepada perwakilan PSSI yang diduga sebagai uang pelicin itu.

Dalam bukti penyetoran itu tertera nama Achmad Haris, dan yang menerima Joko Purwoko. Usut punya usut, Achmad Haris merupakan mantan sekertaris Sriwijaya FC. Sedangkan Joko Purwoko disebut orang kepercayaan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Erwiyantoro mengklaim dalam tulisannya bahwa Achmad Haris menyetorkan uang 100 ribu dolar Singapura atau setara Rp1 miliar kepada Joko Purwoko sebagai dana komitmen dari Dodi Reza Alex Noerdin, yang juga tokoh sepakbola asal Palembang, Sumatera Selatan menjadi manajer Timnas U-19.

Menanggapi hal ini, Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi terkesan santai dan tak terkejut. Bahkan, dia menyebut Rp1 miliar itu sangat kecil dan jauh berbeda dari isu sebelumnya.

"Hahahaha. Biasanya isunya sampai puluhan miliiar, tumben ini hanya Rp1 miliar. Sudah puluhan tulisan tentang masalah itu seperti ini beredar. Tapi kami tidak pernah menanggapinya," kata Yunus, saat dihubungi wartawan,

Yunus juga tak mau menanggapi masalah ini lebih lanjut lantaran PSSI fokus mempersiapkan tim untuk Piala Dunia U-20. "Hahaha. Tidak ah, PSSI sudah biasa dengan isu seperti ini. Jadi tidak butuh ada penjelasan dari kami," ucapnya.

Posisi manajer Timnas Indonesia U-19 hingga sekarang masih dikuasai oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Sudah sejak jauh hari dia mengaku masih mencari figur yang pas untuk menduduki jabatan tersebut.

Sempat pula keluar pernyataan darinya tak ingin sembarangan memberi jabatan manajer Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2021. Apalagi nanti digunakan untuk kepentingan di luar sepakbola, seperti pencitraan politik.