Gejala Florona (Influenza dan Corona), Simak Cara Mencegah Infeksinya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa itu Florona? Florona adalah bukan varian baru virus Corona COVID-19. Para ahli menyebut Florona adalah istilah yang disematkan media pada kasus infeksi virus Influenza dan Corona dalam waktu bersamaan.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerba, melalui akun Twitter centang birunya pada 2 Januari 2022 lalu memberikan penegasan serupa.

“Florona adalah infeksi ganda dua virus yang berbeda yang terindikasi merusak sistem kekebalan tubuh dan saat ini sedang dipelajari lebih lanjut,” jelasnya.

Israel berhasil mendeteksi adanya kasus infeksi Florona pertama di dunia pada 31 Desember 2021. Kasus infeksi Florona menyerang seorang wanita hamil yang belum menerima vaksin COVID-19 serta akan melahirkan di Rabin Medical Center, Israel.

Bagaimana gejala Florona yang dialami penderita? Berikut Liputan6.com ulas gejala Florona sesuai data awal penelitian dan cara mencegah infeksinya, Rabu (5/1/2022).

Gejala Florona (Influenza dan Corona)

Ilustrasi Florona. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Florona. Credit: pexels.com/pixabay

Penderita Florona yang mengalami infeksi bersamaan antara influenza dan Corona, bisa merasakan beberapa gejala penyerta. Kemunculan gejala Florona beriringan.

Melansir Antara, gejala influenza muncul selama 3-4 hari, sementara gejala Corona muncul 2-14 hari setelah terinfeksi.

Indikasi gejala Florona tidak jauh berbeda dengan ketika penderita mengalami influenza atau infeksi Corona COVID-19. Apa saja gejala Florona yang khas?

1. Penderita akan mengalami batuk dan pilek.

2. Penderita akan mengalami demam.

3. Penderita juga akan mengalami hidung terseumbat.

Pada laporan kasus pertama yang berhasil dideteksi di Israel melansir First Post, gejala Florona yang dialami penderita (ibu hamil yang belum divaksin COVID-19) adalah sampai sesak napas.

Kondisi yang lebih parah bagi pasien Florona juga sangat mungkin terjadi. Apalagi indikasi awal, sistem kekebalan tubuh penderita Florona mengalami penurunan ekstrem.

Seorang dokter di Rumah Sakit Universitas Kairo, Dr Nahla Abdel Wahab melansir Hindustan Times, mengungkap tak hanya gejala Florona yang harus dikhawatirkan, karena ada indikasi kerusakan besar pada sistem kekebalan tubuh pada penderita Florona.

Kerusakan sistem kekebalan tubuh dan gejala Florona seperti sesak napas parah pada penderita Florona tersebut diduga karena vaksinasi COVID-19 belum didapatkan serta infeksi Influenza dan virus Corona COVID-19 memasuki tubuh secara bersamaan.

Sesuai dengan pemaparan tersebut, gejala Florona secara pasti masih belum bisa disimpulkan. Ini karena identifikasi mendalam belum dilakukan, baru satu pasien dari Israel yang bisa memberikan gambaran gejala Florona.

Cara Mencegah Infeksi Florona (Influenza dan Corona)

Ilustrasi vaksin pada ibu hamil. (pexels.com/Frank Meriño)
Ilustrasi vaksin pada ibu hamil. (pexels.com/Frank Meriño)

Sejauh ini, Indonesia belum mendeteksi adanya kasus infeksi Florona atau Influenza dan Corona yang terjadi dalam waktu bersamaan. Meski begitu, ada beberapa cara mencegah infeksi Florona yang bisa dilakukan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam keterangannya kepada media, menyampaikan cara mencegah infeksi Florona serta mencegah rawat inap kasusnya, yakni melakukan vaksinasi kedua jenis virus (Influenza dan Corona) tersebut.

Selain melakukan vaksinasi, WHO pun menyarankan cara mencegah infeksi Florona bisa dilakukan dengan disiplin Protokol Kesehatan.

Tetap patuhi jaga jarak setidaknya satu meter dari orang lain di tempat umum, mengenakan masker yang sesuai standar, menghindari kerumunan di tempat berventilasi buruk, rutin membuka jendela dan pintu, serta rajin mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer.

Cara mencegah infeksi Florona ini dilakukan mengingat kedua jenis virus (Influenza dan Corona) sama-sama bisa menyebar melalui tetesan pernapasan atau aerosol yang dikeluarkan saat berbicara, bersin, atau batuk.

Begitu pula bisa menginfeksi saat seseorang tidak mencuci tangannya dengan sabun, setelah menyentuh permukaan benda dengan salah satu virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel