Gejala Kanker Payudara, Penyebab, dan Cara Mengatasinya yang Tepat

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Gejala kanker payudara perlu kamu kenali agar dapat segera ditangani. Namun, kanker payudara ini terkadang tidak menunjukkan gejala tertentu, sehingga kamu harus selalu memeriksa kondisi kesehatan, khususnya kesehatan payudara kamu.

Kanker payudara sendiri merupakan jenis kanker yang berkembang pada sel-sel payudara. Penyakit ini muncul karena adanya kerusakan sel dan perubahan sifat genetik pada jaringan payudara.

Kanker jenis ini dapat terjadi saat sel-sel di organ payudara tumbuh dengan mekanisme abnormal. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi, membentuk benjolan. Bila tidak segera ditangani, sel abnormal tersebut bisa menyebar melalui kelenjar getah bening ke bagian tubuh lainnya.

Gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, usia di atas 50 tahun, obesitas, paparan radiasi, gangguan hormon, usia menstruasi pertama kali di bawah 12 tahun, menopause pada usia lebih tua, dan faktor keturunan kerap dikaitkan sebagai faktor risiko terjadinya kanker payudara. Selain itu, meskipun jauh lebih sering terjadi pada wanita, kanker payudara juga dapat terjadi pada pria.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2020) tentang gejala kanker payudara.

Gejala Kanker Payudara

Ilustrasi kanker payudara. (Sumber Foto: silbermanvoices.com)
Ilustrasi kanker payudara. (Sumber Foto: silbermanvoices.com)

Gejala kanker payudara perlu dikenali agar kamu segera melakukan tindakan penanganan yang tepat. Walaupun terkadang gejala kanker payudara tidak menunjukkan gejala, kamu mungkin perlu mengenali bebeberapa gejala yang umum terjadi.

Berikut beberapa gejala kanker payudara yang perlu kamu waspadai:

- Benjolan pada payudara atau pengerasan yang berbeda dari jaringan sekitar.

- Perubahan pada ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.

- Perubahan pada kulit payudara, seperti cekungan.

- Retraksi atau inversi dari puting payudara.

- Pengelupasan kulit di sekitar puting payudara.

- Kemerahan atau pembesaran pori-pori kulit payudara, yang dapat menyerupai kulit jeruk.

Dalam mengenali gejala kanker payudara, penting sekali untuk melakukan SADARI atau periksa payudara sendiri setiap bulan, 10 hari setelah masa haid berakhir. Caranya dengan meraba secara teliti searah jarum jam payudara kamu sendiri.

Jika merasakan adanya sesuatu yang tidak biasa, kamu bisa segera berkonsultasi dengan dokter. Memeriksakan diri ke dokter secara rutin dapat menjadi salah satu cara mengenali gejala kanker payudara yang paling efektif, sehingga penanganannya juga akan cepat.

Penyebab Kanker Payudara

Setelah mengenali gejala kanker payudara, kamu tentunya juga perlu mengetahui penyebabnya. Hal ini untuk bisa menghindari berbagai penyebab kanker payudara tersebut. Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti.

Para pakar memperkirakan bahwa sekitar lima sampai sepuluh persen angka kejadian kanker payudara dikaitkan dengan mutasi gen yang diturunkan secara genetik. Selain itu ada beberapa faktor risiko terjadinya kanker payudara, yaitu:

- Jenis kelamin. Angka kejadian kanker payudara pada wanita jauh lebih tinggi dibandingkan pada pria.

- Usia. Seiring dengan bertambahnya usia, risiko terjadinya kanker payudara semakin meningkat.

- Riwayat kanker payudara pada diri sendiri. Bila seseorang pernah mengalami kanker payudara pada salah satu payudara, risiko terjadinya kanker payudara di sisi lainnya juga bisa meningkat.

- Riwayat kanker payudara pada keluarga. Bila nenek, ibu, tante, adik, kakak, atau anak terdiagnosis dengan kanker payudara, terutama pada usia muda, risiko kanker payudara seseorang juga bisa meningkat.

- Obesitas. Kelebihan berat badan juga dikaitkan dengan semakin banyak terjadinya masalah kesehatan lain seperti gangguan jantung, diabetes, dan kanker, termasuk kanker payudara.

- Mulai menstruasi pada usia lebih muda. Mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

- Mulai menopause pada usia lebih tua. Mulai menopause pada usia lebih tua juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

- Paparan radiasi.

- Belum pernah hamil.

Pengobatan Kanker Payudara

Kanker Payudara | pexels.com/@padrinan
Kanker Payudara | pexels.com/@padrinan

Pengobatan kanker payudara bergantung pada jenis kanker yang dialami, stadium kanker, ukuran massa, serta sensitivitas sel kanker terhadap hormon. Dokter akan mempertimbangkan status kesehatan individu secara keseluruhan serta preferensi pribadi masing-masing pasien.

Sebagian besar penderita yang menjalani prosedur pembedahan untuk kanker payudara juga mendapatkan penanganan lain sebelum dan/ atau sesudah pembedahan, seperti kemoterapi, terapi hormonal, atau terapi radiasi.

Prosedur pembedahan untuk kanker payudara mencakup pengangkatan kanker atau benjolan (lumpektomi), pengangkatan seluruh payudara (mastektomi), pengangkatan jumlah terbatas dari kelenjar limfe (sentinel node biopsy), atau pengangkatan beberapa kelenjar limfe (axillary lymph node dissection). Prosedur pembedahan yang dilakukan juga bergantung pada stadium dan penyebaran kanker payudara.

Radioterapi juga dapat dilakukan dengan menggunakan energi sinar X dan proton untuk mematikan sel kanker. Sementara kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat-obatan untuk mematikan sel kanker. Selain itu, terapi penghambat hormon bisa digunakan bila kanker diketahui sensitif terhadap hormon estrogen atau progesteron.

Semakin cepat penyakit ini terdeteksi, maka semakin tinggi angka keberhasilan pengobatannya.

Cara Mencegah Kanker Payudara

Cara mencegah kanker payudara yang paling utama adalah menerapkan gaya hidup sehat yang mencakup pola makan gizi seimbang, olahraga rutin, cukup istirahat, dan pengelolaan stres yang baik.

Untuk mengurangi risiko kanker, disarankan agar kamu menjaga pola makan dan menjalani hidup sehat, serta rutin melakukan SADARI. Selain itu, bagi wanita yang diketahui memiliki risiko tinggi mengalami kanker payudara, pemeriksaan lebih rutin dan teliti tentu sangat diperlukan.