Gejala Krisis Likuiditas di Indonesia Tahun 2021?

·Bacaan 1 menit

VIVA – Apakah angin topan terjadi di Indonesia tahun 2021 ini? Yaitu terjadi krisis likuiditas. Artinya Bank-bank kekeringan likuiditas, terjadi pengurangan pinjaman kredit bank.

Artinya bilamana perusahaan ingin mengajukan relaksasi dengan top up kredit, hal ini sulit dilakukan. Alhasil banyak perusahaan tercekik, gagal bayar.

Jaringan distributor mengalami risiko bad debt, gagal tagih dan akibatnya jaringan distribusi seperti efek domino satu grosir default merembet persis kejadian gejala krismon.

Apa yang harus dilakukan?

Mirip Iklim kering kerontang, sawah kekeringan, traktor sawah macet. Sumur kekeringan, masyarakat pun kekurangan cash.

Jumlah suplai uang mengering, artinya perputaran uang menurun atau stagnasi.

Risiko politik

Akibat dari kekeringan likuiditas, anggaran APBN dan APBN tersendat, menimbulkan risiko pecah kongsi. Ibarat pesta usai, tagihan tenda, catering, dll. (Goenardjoadi Gunawan MM, Pendiri Brand Expert)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel