Gelandangan di Kota Malang Akan Divaksin saat Malam

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepolisian Resor Kota Malang Kota menyasar para tunawisma alias gelandangan untuk disuntik vaksin demi mempercepat program vaksinasi dan tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity). Polisi akan menyisir para pengemudi becak yang biasa tidur di becak mereka dan para tunawisma yang biasa tidur di emperan toko ataupun tempat-tempat lain.

Kepala Kepolisian Resor Kota Malang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan penyuntikan vaksin untuk para pengayuh becak dan gelandangan itu akan digelar pada malam hari, saat para tunawisma beristirahat di tempat biasanya.

"Kami akan melakukan vaksin door to door yang akan kami lakukan malam hari, khususnya bagi saudara kita seperti tukang becak yang memang malam hari tidur di becaknya dan ruko-ruko. Terus, saudara kita yang homeless (tunawisma) yang kerja setabutan yang tidur di tempat tertentu," kata Buher, panggilan akrabnya, Selasa, 3 Agustus 2021.

Buher mengatakan, vaksinasi bagi tunawisma menunggu kiriman vaksin dari Dinas Kesehatan Kota Malang dan Polda Jawa Timur. Mereka akan melibatkan tenaga kesehatan ahli yang sudah terbiasa melaksanakan vaksinasi.

Alasan memilih vaksinasi door to door bagi tunawisma karena mereka tergolong masyarakat yang sulit diajak ke klinik atau gerai vaksinasi. Sebagai solusinya mereka datang untuk menghampiri dan menyuntik vaksin.

Meski tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka tetap dibolehkan disuntik vaksin. Sebab, pemerintah sedang menggencarkan target herd immunity hingga 80 persen populasi melalui vaksinasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel