Gelar Acara Sakral saat Pandemi, Protokol Kesehatan Jangan Kendur

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – Situasi pandemi COVID-19 sepanjang tahun lalu membuat sejumlah calon pasangan pengantin harus menunda rencana menggelar pesta pernikahan. Namun menyusul diadakannya program vaksinasi COVID-19, pemerintah perlahan mulai kembali mengeluarkan izin penyelenggaraan kegiatan namun dengan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.

Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi para calon pasangan pengantin yang harus menunda acara sakral mereka tersebut. Akan tetapi, tentunya ada beberapa syarat agar pelaksanaannya sesuai protokol kesehatan.

Baca: Buya Yahya Ungkap Bedanya Siap Nikah dengan Hanya Ingin Nikah

Kepala Eksekutif Parakrama Organizer, Tommy Yoewono mengatakan, calon pengantin selama ini masih membutuhkan referensi baru tentang cara paling sesuai untuk menggelar pernikahan era adaptasi baru. Maka dari itu, penyelenggara tidak lupa untuk menghadirkan kembali puluhan vendor pernikahan profesional.

“Mulai dari wedding organizer, katering, baju pengantin, dan masih banyak lainnya di mana masing-masing vendor telah menyesuaikan layanannya sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,” ungkapnya, Minggu, 28 Maret 2021.

Menurutnya, ada perubahan gaya dan tren pernikahan selama dan pascapandemi COVID-19 yang menjadi favorit dan rekomendasi bagi calon pasangan pengantin. Pertama adalah kapasitas terbatas.

Tommy bilang jika selama pandemi kapasitas tamu undangan diubah menjadi lebih terbatas. Baik dari sisi tim wedding organizer, dekorasi, fotografi, dan lainnya harus lebih minimal.

Kemudian, lakukan tes usap. Karena pesta pernikahan digelar saat COVID-19, maka mewajibkan seluruh penyelenggara termasuk panitia dan keluarga mempelai melakukan swab test atau tes usap terlebih dahulu.

Dengan catatan, hal ini umumnya bersifat sukarela bagi tamu undangan. Lalu, konsep dekorasi. Konsep ini dibuat lebih efisien dengan tidak membuat spot terlalu kosong dan mengundang banyak tamu berkumpul di satu titik.

"Jadi tidak mengundang banyak kerumunan. Dekorasi pun ditantang lebih kreatif lagi," jelas Tommy. Ada yang menarik dan akan sulit ditemui apabila menyelenggarakan pesta pernikahan ketika pandemi, yaitu buffet ditiadakan dan diganti oleh makanan diantar untuk para tamu.

"Atau, bisa juga menyerahkan makanan ke tamu dengan bentuk hampers atau nasi kotak yang dibawa pulang," kata dia. Selanjutnya, gaya busana pernikahan yang internasional atau modern lebih diminati dibandingkan tradisional. Hal ini karena semata-mata untuk menghemat rangkaian tahapan serta efisiensi rundown acara.

Supaya pesta pernikahan berjalan sesuai rencana, Parakrama Organizer akan menggelar 165 Wedding Expo 2021 pada 3-4 April mendatang di Menara 165, Jakarta Selatan. Pada pameran pernikahan kali ini akan ada beragam diskon, potongan harga, dan promo menarik lainnya yang ditawarkan oleh tiap-tiap vendor pernikahan.

Direktur Menara 165, Indah Mardiani, menambahkan jika pihaknya memiliki harapan semoga 165 Wedding Expo 2021 bisa memberikan manfaat, terutama para pelaku bisnis pernikahan yang hampir satu tahun mengalami kelesuan. "Bahkan, mereka menelan kerugian yang tidak sedikit akibat pandemi COVID-19," tuturnya.