Gelar Aksi di Bandara Internasional Komodo, Tiga Orang Ditangkap Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga orang diamankan polisi dalam aksi mogok massal pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (1/7). Satu dari tiga orang yang diamankan polisi adalah Ketua Forum Masyarakat Peduli Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat, Rafael Todowera yang ikut dalam aksi mogok tersebut dengan melakukan pungut sampah. Sedangkan dua orang lainnya adalah Louis dan Afandi Wijaya.

Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut dilakukan saat sejumlah pelaku pariwisata di Labuan Bajo, melakukan aksi mogok massal dan pungut sampah. Ketiganya diamankan di kawasan bandara.

Massa awalnya berkumpul dari Puncak Wairingin lalu melakukan long march ke Kampung Ujung untuk melakukan aksi pungut sampah.

Dari Kampung Ujung, massa berjalan ke Pantai Pede tetapi saat tiba di sana sudah ada puluhan aparat kepolisian yang bersiaga. Massa kemudian berjalan ke arah Bandara Internasional Komodo, untuk melakukan aksi pungut sampah.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Felli Hermanto, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, penangkapan hanya dilakukan terhadap Rafael dan seorang lainnya, karena melakukan aksi di dalam obyek vital yakni Bandara Komodo.

Kapolres membantah bahwa kedua orang tersebut melakukan aksi pungut sampah. "Tidak, tidak ada aksi pungut sampah," jelasnya.

Menurut Felli Hermanto, kedatangan massa ke obyek vital kawasan Bandara Komodo telah mengganggu aktivitas di sana sehingga harus diamankan. "Itu mengganggu kedatangan dan aktivitas di kawasan obyek vital bandara", ujarnya.

Felli Hermanto menegaskan yang ditangkap bukanlah aktivis. "Bukan aktivis. Kalau di bilang aktivis bukan aktivis. Mereka telah dibawa ke Mapolres Manggarai Barat untuk dimintai keterangan," tegasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel