Gelar Doa Bersama Indonesia Sehat, PKS Harapkan Perubahan di 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Doa Bersama untuk Indonesia Sehat di malam penghujung 2020, Kamis, 31 Desember 2020.

Dalam acara tersebut, Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri mengungkapkan malam doa bersama di penghujung akhir tahun 2020 menjadi malam untuk memikirkan perubahan.

"Disamping hari ini adalah malam doa, malam kita bermunajat. Kita harus tahu bahwa ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk tahun 2021. Apa itu? Perubahan," ucap Habib Salim dalam acara Doa Bersama untuk Indonesia Sehat, Kamis (31/12/2020) malam.

Salim menjelaskan perubahan ini dapat terjadi karena dua sebab. Pertama, orang terjadi perubahan ketika salah satu keluarganya sakit atau dirinya sakit.

"Apakah tersebab musibah, karena pelanggaran, banyaklah. Ada sebab tertentu yang membuat dirinya melakukan perubahan," jelas Salim.

Perubahan yang kedua, lanjut Salim adalah perubahan yang muncul dari hati yang paling dalam.

"Serba perubahan pertama, contoh ketika datang musibah saja dia terjadi perubahan. Sebulan, dua bulan, tiga bulan, kembali seperti semula lagi. Nah ini perubahan yang hanya temporer saja," ungkap mantan Menteri Sosial itu.

Salim mengingatkan perubahan yang muncul dari hati akan membawa sesuatu yang sangat positif.

Sementara itu, pendakwah Ustadz Abdul Somad yang turut mengisi acara tersebut menyambaikan nasihat lima sehat bagi bangsa Indonesia dalam menyongsong 2021. Pertama sehat dari wabah penyakit Covid-19.

Kedua sehat dari penyakit ketidakadilan. Umat Islam diajarkan bersikap adil sebab dengan keadilan lebih mendekatkan diri kepada ketakwaan.

"Bahkan dengan yang berbeda agama kita tetap diminta bersikap adil. Walaupun berbeda agama selama tidak mengusirmu dari kampung halaman berbuat baiklah dan bersikap adillah. Insyaallah kita umat yang sehat dari ketidakadilan," cetus UAS.

Sehat dari Penyakit Moral

Ustaz Abdul Somad (UAS) baru saja meluncurkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras di Masjid Raudhatus Shalihin, Jalan Bukitbarisan, Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru. (M Syukur/ Liputan6.com)
Ustaz Abdul Somad (UAS) baru saja meluncurkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras di Masjid Raudhatus Shalihin, Jalan Bukitbarisan, Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru. (M Syukur/ Liputan6.com)

Ketiga kata UAS, sehat dari penyakit zalim. UAS mengingatkan agar manusia jangan sampai berbuat zalim sebab kezaliman akan menjadi kegelapan sampai hari kiamat.

Keempat, bangsa kita sehat dari penyakit Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). UAS menegaskan KKN tidak berlaku dalam Islam.

"Nabi SAW mengajarkan untuk urusan yang berat maka letakkan saudaranya. Untuk yang ringan, ajak sahabat. Tidak ada istilah KKN," terang UAS.

Terakhir, UAS menyampakkan harapannya agar Indonesia sehat dari penyakit moral dan maksiat. UAS mengingatkan agar umat takut pada perbuatan maksiat sebab jika terjadi azab bukan hanya yang berbuat maksiat yang merasakan dampaknya.

"Yang ditakutkan adalah saat orang yang berbuat maksiat merasa menang dan orang yang benar merasa salah untuk menegur yang maksiat. Insyaallah selama ada amar ma'ruf nahi munkar, selama ada lisan yang tidak pernah takut kepada orang zalim meskipun memegang kekuasaan kita akan sehat dari penyakit maksiat ini," imbuh UAS.

Saksikan Video PIlihan Berikut Ini: