Gelar Konstruktor MotoGP, Buah Kerja Keras Ducati

I Gede Ardy Estrada
·Bacaan 2 menit

Ducati harus bersaing dengan Suzuki demi memperebutkan titel konstruktor musim ini. Kedua pabrikan memiliki poin sama, 201, setelah MotoGP Valencia.

Artinya, balapan penutup musim, MotoGP Portugal, di Sirkuit Algarve, Portimao menjadi penentu. Dan Ducati memulainya dengan sejumlah keuntungan.

Mereka menurunkan enam motor, sementara Suzuki hanya dua. Pada akhir balapan, tiga Desmosedici milik Ducati finis di depan rival utamanya tersebut.

Bahkan, Jack Miller (Pramac Racing Ducati) sukses naik podium usai mengakhiri balapan di urutan kedua. Itu sudah cukup bagi Ducati mengunci titel.

Pembalap Pramac Racing Ducati, Jack Miller, merayakan keberhasilannya meraih podium kedua MotoGP Portugal 2020.

Pembalap Pramac Racing Ducati, Jack Miller, merayakan keberhasilannya meraih podium kedua MotoGP Portugal 2020.<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Pembalap Pramac Racing Ducati, Jack Miller, merayakan keberhasilannya meraih podium kedua MotoGP Portugal 2020.Gold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

"Titel konstruktor sangat penting untuk Ducati. Ini membuktikan validitas inovasi teknologi yang kami kembangkan bertahun-tahun lewat Desmosedici," ujar Managing Director Ducati Corse Gigi Dall'Igna seperti dikutip Motorsport.com.

"Tahun ini menjadi musim yang sulit, terutama dengan ban belakang baru dan terbatasnya waktu untuk melakukan tes (akibat pandemi Covid-19)."

"Meski begitu, Desmosedici mampu kompetitif hampir di semua sirkuit. Jadi kami puas dengan hasil yang diraih pada 2020," ia menambahkan.

Bagi Ducati, ini merupakan gelar juara dunia konstruktor kedua mereka setelah meraihnya untuk kali pertama pada 2007 silam.

Managing Director Ducati Corse, Luigi Dall'Igna (tengah) bersama lima pembalapnya yang sukses meraih podium musim ini: Johann Zarco (Avintia Racing), Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci (Ducati Team), Jack Miller dan Francesco Bagnaia (Pramac Racing).

Managing Director Ducati Corse, Luigi Dall'Igna (tengah) bersama lima pembalapnya yang sukses meraih podium musim ini: Johann Zarco (Avintia Racing), Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci (Ducati Team), Jack Miller dan Francesco Bagnaia (Pramac Racing).<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Managing Director Ducati Corse, Luigi Dall'Igna (tengah) bersama lima pembalapnya yang sukses meraih podium musim ini: Johann Zarco (Avintia Racing), Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci (Ducati Team), Jack Miller dan Francesco Bagnaia (Pramac Racing).Gold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

Ketika itu, bukan hanya titel konstruktor, brand asal Borgo Panigale tersebut juga sukses meraih gelar juara dunia pembalap lewat Casey Stoner.

Selanjutnya, Ducati akan bersiap menghadapi MotoGP 2021 dengan komposisi baru. Miller dan Francesco Bagnaia akan promosi ke tim pabrikan.

Mereka menggantikan posisi Dovizioso, yang memutuskan untuk hiatus, dan Danilo Petrucci yang hijrah ke Red Bull KTM Tech3.

"Terima kasih kepada Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci, Jack Miller, Pecco Bagnaia dan Johann Zarco yang membantu kami meraih gelar konstruktor kedua di MotoGP," ujar CEO Ducati Claudio Domencalli.

"Terima kasih juga untuk seluruh staf Ducati Corse karena telah memperlihatkan dedikasi dan determinasi luar biasa untuk meraih pencapaian ini."