Gelar Operasi Berantas KKB Papua, TNI Tunggu Keputusan Politik Jokowi

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Achmad Riad menegaskan kesiapan TNI dalam membantu Kepolisian RI untuk menangkap seluruh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Hal itu dia sampaikan merespon pernyataan Presiden Joko Widodo yang memerintahkan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengejar dan menangkap seluruh anggota kelompok kriminal di Papua.

"Intinya, kami (TNI) siap untuk menangkap seluruh anggota KKB. Kami menunggu keputusan politik Presiden Jokowi selanjutnya," kata Mayjen Achmad Riad, Selasa, 27 April 2021.

Menurut Mayjen Riad, selama ini TNI dan Polri sudah bekerja sama secara baik untuk menangkap anggota kelompok bersenjata di Papua yang sering menembak aparat negara dan warga, bahkan hingga menghilangkan nyawa mereka dengan cara yang kejam.

Sementara untuk kemungkinan menggelar operasi besar-besaran di Papua untuk menangkap seluruh anggota kelompok bersenjata, Mayjen Riad menegaskan TNI tetap menunggu keputusan politik selanjutnya dari pemerintah.

Sebelumnya, Jokowi memerintahkan Tjahjanto dan Sigit untuk menangkap seluruh anggota kelompok bersenjata setelah serangan yang menewaskan Kepala BIN Daerah Papua, Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny, Minggu (25/4), di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Ini adalah korban serangan kelompok bersenjata dengan pangkat paling tinggi yang pernah terjadi selama ini, yaitu brigadir jenderal TNI.

Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, menegaskan, tidak ada tempat bagi kelompok kriminal di wilayah Tanah Air Indonesia, termasuk Papua.

"Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air," ujarnya.

Kabinda Papua Mayjen Anumerta TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa, saat melakukan kontak tembak dengan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua, pada Minggu (25/4) di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Kontak tembak tersebut terjadi akibat Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua melakukan penghadangan dan penyerangan terhadap rombongan Kabinda.

Kehadiran Kabinda Papua di Kampung Dambet adalah dalam rangka observasi lapangan guna mempercepat pemulihan keamanan pasca aksi brutal Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua di wilayah tersebut.

Kunjungan pimpinan tertinggi BIN Papua di lapangan juga sebagai upaya untuk meningkatkan moril dan semangat kepada masyarakat yang selama ini terganggu oleh kekejaman dan kebiadaban Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua.

Namun, saat melakukan perjalanan itu, sekitar pukul 15.50 WIT, Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri dihadang oleh kelompok KKB. Aksi baku tembak pun terjadi di sekitar gereja Desa Dambet, Beoga, Puncak.

"Akibat kontak tembak tersebut mengakibatkan korban dari Satgas BIN, Kabinda Papua Papua Brigjen Pol. Putu Danny Nugraha Karya tertembak di bagian belakang kepala dan tembus depan kepala yang mengakibatkan Gugur sebagai Kusuma Bangsa," kata Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto dalam keterangan persnya. (Ant)