Gelar Operasi Yustisi, Polri Sanksi 1.935 Tempat Usaha hingga Denda Miliaran Rupiah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polri bersama Tim Gabungan melakukan Operasi Yustisi pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 sejak 14 September 2020 lalu.

Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Tim Gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan lainnya telah menutup lebih dari 1.500 tempat usaha.

"Penutupan tempat usaha sebanyak 1.935 kali," kata Awi dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin, 9 November 2020.

Hingga 8 November 2020, menurut Awi, pihaknya telah melaksanakan penindakan sebanyak 11.814.284 kali.

Bahkan dia menyebut, denda pelanggar dalam Operasi Yustisi dalam rangka mencegah penyebaran Corona Covid-19 ini mencapai Rp 5 miliar.

Berikut fakta terkait berlangsungnya Operasi Yustisi oleh Polri dan tim gabungan dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Ribuan Tempat Usaha Dikenakan Sanksi Penutupan

Aparat kepolisian saat memberikan sanksi sosial kepada warga yang tak menggunakan masker (Foto: Liputan6.com/Istimewa)
Aparat kepolisian saat memberikan sanksi sosial kepada warga yang tak menggunakan masker (Foto: Liputan6.com/Istimewa)

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, selama Operasi Yustisi yang dilakukan sejak 14 September lalu, Tim Gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan lainnya telah menutup lebih dari seribu lima ratus tempat usaha.

"Penutupan tempat usaha sebanyak 1.935 kali," kata Awi dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin, 9 November 2020.

Denda Capai Rp 5 Miliar

Petugas gabungan Satpol PP, Dishub dan TNI Polri melakukan operasi yustisi protokol kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan warga di Lebek Bulus, Jakarta, Senin (14/9/2020). Pemprov DKI memperketat kembali PSBB karena kasus Covid-19 mengalami peningkatan. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Petugas gabungan Satpol PP, Dishub dan TNI Polri melakukan operasi yustisi protokol kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan warga di Lebek Bulus, Jakarta, Senin (14/9/2020). Pemprov DKI memperketat kembali PSBB karena kasus Covid-19 mengalami peningkatan. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Operasi Yustisi yang digelar Polri bersama pihak gabungan lainnya demi menekan penyebaran Covid-19, memperoleh denda pelanggar mencapai Rp 5 miliar.

Awi menuturkan, nilai sebesar itu diperoleh dari operasi yustisi yang digelar 57 hari.

"Sanksi kurungan sebanyak 4 kasus, denda administrasi sebanyak 85.086 kali dengan nilai denda Rp 5.033.297.128 miliar," tutur Awi.

Jutaan Penindakan dan Teguran

Pelanggar menyapu jalan usai mengikuti sidang Operasi Yustisi di Kawasan Danau Sunter, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Warga yang melanggar protokol kesehatan langsung disidang tindak pidana ringan (tipiring) di tempat dengan membayar denda Rp 55.000 maupun  sanksi sosial. (merdeka.com/Imam Buhori)
Pelanggar menyapu jalan usai mengikuti sidang Operasi Yustisi di Kawasan Danau Sunter, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Warga yang melanggar protokol kesehatan langsung disidang tindak pidana ringan (tipiring) di tempat dengan membayar denda Rp 55.000 maupun sanksi sosial. (merdeka.com/Imam Buhori)

Menurut Awi, pelaksanaan Operasi Yustisi 2020 yang mulai tanggal 14 September sampai dengan 9 November 2020 ini, telah menengakkan penindakan sebanyak 12.002.594 kali, bagi pelanggar protokol Covid-19.

"Dengan sanksi teguran lisan sebanyak 8.978.917 kali dan teguran tertulis sebanyak 1.490.312 kali," jelas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: