Gelar Protes, Warga Syiah Duduk Disamping Jenazah

TRIBUNNEWS.COM, ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan, Pervez Ashraf Raja, Minggu (13/1/2013), menemui warga Syiah di Quetta, yang memprotes tewasnya 97 orang, dalam serangan teror bom, pekan lalu.

Pervez berjanji akan memenuhi satu dari dua tuntutan utama demonstran, yaitu dibubarkan pemerintahan provinsi Balochistan, dan mengganti gubernur berkuasa.

Walau demikian, Pervez mengatakan tidak akan menerapkan pemerintahan militer di Quetta. Sebagai gantinya ia memberi kewenangan kepada gubernur provinsi untuk meminta bala bantuan dari pasukan paramiliter untuk mencoba meredam kekerasan, jika diperlukan.

Dalam aksinya, warga Syiah duduk di samping para jenazah para korban ledakan bom, dan menuntut Pemerintah Pakistan untuk memperhatikan keselamatan mereka. Selain itu, mereka juga menolak dikuburkannya jenazah para korban.

Quetta adalah ibukota provinsi Balochistan, daerah yang terus menerus dilanda kekerasan sekterian, yang diduga dilancarkan oleh kelompok separatis Pembebasan Baluchistan dan Taliban Pakistan.

Pemerintah Provinsi Balochistan, kerap kali dihujani kritik oleh penduduk setempat karena mengabaikan tindak kekerasan tersebut. Komunitas Syiah di wilayah itu berulangkali meminta perlindungan aparatur provinsi, namun tak juga digubris. (cnn)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.