Gelar Rakernas, Pordasi Kebut Persiapan jadi Tuan Rumah FEI JWC 2021

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) baru saja selesai menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021 yang dihelat secara virtual pada 7-8 April 2021.

Meski harus berjalan dengan segala keterbatasan, namun Ketua Umum PP Pordasi, Triwatty Marciano, bersyukur Rakernas bisa berjalan dengan lancar dan selesai sesuai jadwal. Semua rancangan program kerja dan rekomendasi yang disusun bersama pun telah disepakati.

“Setelah kami menyelesaikan rapat kerja nasional virtual Pordasi 2021, maka kami semua sudah dihadapkan dengan berbagai tugas dan tanggung jawab untuk menuntaskan seluruh hasil keputusan yang sudah kami sepakati bersama, demi kemajuan olahraga berkuda di tingkat nasional dan internasional,” kata Triwatty dalam konferensi pers secara virtual.

Salah satu agenda yang dibahas pada Rakernas kali ini adalah persiapan Indonesia menuju kejuaraan dunia FEI Jumping World Challenge (JWC) 2021. Pasalnya, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah di ajang besar tersebut.

Pordasi pun mengaku siap menggelar ajang besar tersebut walau pandemik belum berakhir. Federasi tertinggi olahraga berkuda tersebut ingin sukses dalam penyelenggaraan dan juga prestasi.

Final FEI Jumping World Challenge rencananya akan dihelat pada 16-22 Agustus 2021. Ada 25 negara yang akan ikut serta di ajang ini. Pordasi memilih Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) sebagai tempat digelarnya kejuaraan ini.

Indonesia sendiri bakal mengirim dua atletnya, yakni Muhammad Akbar Kurniawan dan Dirga Saputra. Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal PP Pordasi, Adinda Yuanita memastikan, keduanya bakal disiapkan dengan baik. Sehingga mereka bisa sukses secara prestasi di ajang tersebut.

“Kami menyiapkan keduanya di ajang ini. Mereka sudah menyatakan siap, jadi sejak saat ini sampai nanti pertandingan kami akan mengedepankan pembinaan untuk mereka berdua," kata Adinda Yuanita.

"Kami berharap, pada saat mereka bertanding di kandang sendiri, mereka meraih medali karena sebelum ajang ini, mereka sudah menunjukkan prestasi di ajang internasional,” lanjutnya.

Sementara itu, PP Pordasi juga menjelaskan jika Equestrian Champions League (ECL) masih akan berjalan pada 2021. Nantinya, kejuaraan ini akan digelar dengan protokol kesehatan yang ketat.

Namun, ada satu perbedaan dengan ECL musim lalu. Pada musim ini, ECL hanya menggelar lima seri.

"Kami akan tetap menggelar ECL tahun ini. Bedanya, kali ini ada lima seri dari yang sebelumnya berjumlah enam. Musim lalu ECL juga bisa berjalan dengan tanpa kehadiran penonton dan disiarkan secara live streaming," tutur Triwatty.