Gelar Rapat Umum, Aliansi Organis Indonesia Tambah Anggota Baru

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aliansi organis Indonesia (AOI) kembali menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) ke-7 pada 2-3 November 2020. Kali ini, rapat umum anggota tersebut digelar secara virtual karena kondisi pandemi COVID-19.

Pada rapat umum anggota yang digelar virtual ini merevisi dan menetapkan AD/ART, memberikan laporan pertanggungjawaban DPA periode 2017-2020, mengesahkan garis besar haluan program (GBHP). Selain itu, pelaksanaan RUA juga menerima anggota baru AOI dan pemilihan Dewan Perwakilan Anggota (DPA).

Anggota baru yang diterima pada RUA 2020 berjumlah 22 anggota terdiri dari 12 private sektor, 6 LSM, tiga individu dan satu organisasi petani. Dengan pengesahan anggota baru, jumlah anggota AOI saat ini adalah 122 anggota antara lain NGO/LSM sebanyak 43, private sektor sebanyak 26, individu sebanyak 37 dan organisasi petani sebanyak 16.

Jumlah anggota AOI yang bertambah diharapkan gerakan pertanian organik di Indonesia makin kuat dan mencapai visi misi AOI. Bersama anggota, AOI akan terus advokasi dan kegiatan-kegiatan untuk memperjuangkan regulasi pertanian organik yang berpihak kepada petani di Indonesia.

"Partisipasi anggota menjadi modal kuat bagi AOI untuk bergerak dan mengimplementasikan program-progam,” seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Sementara itu, ada lima anggota AOI yang terpilih sebagai Dewan Perwakilan Anggota (DPA) 2020-2023:

Presiden AOI: Emilian Tri Setyowati (Jawa Barat)

Anggota: Pius Mulyono (Jawa Tengah), Elsje P.Mansula (Banten), Anas Nasrulloh (Kalimantan Barat), Bibong Widyarti (DKI Jakarta).

Adapun DPA terpilih diharapkan dapat melanjutkan visi misi AOI serta mampu membawa AOI mewujudkan cita-cita dan memobilisasi anggota untuk berperan aktif sehingga berdampak bagi perkembangan pertanian organik di Indonesia.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Anggota AOI, Maya Stolastika menuturkan, selama bertugas, dirinya mendapatkan banyak wawasan terutama dalam mengenal kerja-kerja advokasi.

"Sebelumnya dvokasi masih terdengar awam untuk saya walaupun dalam melakukan pertanian organik di Twelve’Organic dengan pendampingan yang dilakukan kepada petani dan membangun hubungan dengan pemerintah desa sebenarnya sudah merupakan kerja advokasi,” ujar dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Gerakan Pertanian Organik

Ia menambahkan, pengalaman mengenal lebih dalam tentang gerakan pertanian organik di Indonesia dan Asia pada umumnya semakin memperkaya pemahaman akan pentingnya pertanian organik sebagai solusi ketahanan pangan maupun tonggak berdirinya suatu bangsa.

"Harapan saya untuk AOI ke depannya bisa menjadi ikon dari pertanian organic di Indonesia. Di mana role model pertanian organik di Indonesia dan juga Asia ada di AOI baik itu dari peran petani muda dan perempuan, NGO maupun strategi-strategi pemasaran produk organic dan juga pencetak regenerasi di dunia pertanian," kata dia.

Selain itu, Lidia Naibaho juga mengapresiasi telah menjadi bagian AOI. Hal ini seiring banyak pelajaran, interaksi dan melihat anggota AOI ikut dalam usaha pengembangan pertanian organic di berbagai skala dan menghasilkan produk organik yang siap jual dan berkualitas.

"Hormat saya bagi petani, semoga AOI semakin berdampak, petani berdaulat, lingkungan serta masyarakat semakin organis,” kata dia.

Ada pun AOI berdiri sejak April 2002, dan bertujuan memperkuat dan memajukan gerakan pertanian organik dan fair trade di Indonesia terutama pemberdayaan petani kecil melalui penguatan kapasitas kelembagaan dan manajemen mutu produksi sehingga dapat mengakses pasar yang lebih baik. Dengan dukungan ini diharapkan petani kecil akan lebih berdaulat dan mampu meraih taraf kehidupan lebih baik.

Jurnalis warga

Dewan Perwakilan Anggota AOI, Maya Stolastika

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini