Gelar Rights Issue, BHIT Bidik Dana Rp 2,24 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT MNC Investama Tbk (BHIT) akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) VII dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

PT MNC Investama Tbk akan menawarkan sebanyak-banyaknya 12,95 miliar saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100. Jumlah saham itu setara 15,38 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroah setelah rights issue. Harga pelaksanaan rights issue Rp 173 per saham.

Dengan demikian, perseroan akan meraup dana sebanyak-banyaknya Rp 2,24 triliun dari rights issue. Perseroan akan memakai dana tersebut antara lain USD 148,73 juta atau setara Rp 2,12 triliun untuk konversi sebagian obligasi bersifat senior perseroan menjadi saham perseroan. Sisanya untuk modal kerja.

Setiap pemegang 11 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 2 September 2021 berhak atas dua HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang harus dibayar penuh saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Perseroan menyatakan tidak terdapat pembeli siaga dalam rights issue tersebut. "Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam PUT VII tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, sisanya akan dialokasikan kepada para pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya," tulis perseroan.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) dengan maksimal sebesar 14,94 persen setelah pelaksanaan rights issue.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 10 Juli 2021, saham BHIT turun 5,43 persen ke posisi Rp 87 per saham. Saham BHIT dibuka stagnan Rp 92. Saham BHIT berada di level tertinggi Rp 93 dan terendah Rp 86. Total frekuensi perdagangan saham 11.474 kali dengan volume perdagangan 4.978.822. Nilai transaksi harian saham Rp 44 miliar.

Jadwal Sementara Rights Issue

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jadwal sementara rights issue:

Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 6 Juli 2021

Tanggal Efektif : 23 Agustus 2021

Tanggal Cum HMETD pada perdagangan di

- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 31 Agustus 2021

- Pasar Tunai : 2 September 2021

Tanggal Ex HMETD pada perdagangan di

- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 1 September 2021

- Pasar Tunai : 3 September 2021

Tanggal Akhir Pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas HMETD : 2 September 2021

Tanggal Distribusi Sertifikat Bukti HMETD : 3 September 2021

Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) : 6 September 2021

Periode Perdagangan HMETD di BEI : 6 - 17 September 2021

Periode Pendaftaran, Pemesanan dan Pembayaran (Periode Pelaksanaan) : 6 - 17 September 2021 Tanggal Akhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan : 21 September 2021

Periode Distribusi Saham Hasil Pelaksanaan HMETD : 8-21 September 2021

Tanggal Penjatahan Saham : 22 September 2021

Tanggal Distribusi Saham Hasil Penjatahan : 24 September 2021

Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian Saham Tambahan : 24 September 2021

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel