Gelar Rights Issue, Zebra Nusantara Bakal Terbitkan 3,4 Miliar Saham

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), emiten bergerak di bidang transportasi dan gas CNG akan menambah modal dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD)/PMHMETD II atau rights issue. Dalam rangka rights issue, perseroan akan menerbitkan sebesar 3,42 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (2/4/2021), pemegang saham pengendali Zebra Nusantara antara lain PT Trinity Healthcare (THC) beserta PT European Hospital Development (EHD), PT Jadegreen Equities (JGE) dan PT Holistic Venture (HV) yang disebut pemegang saham DNR atau PT Dos Ni Roha akan mengambil bagian atas saham baru perseroan.

Pemegang saham pengendali perseroan akan menyetor dalam bentuk saham atau inbreng saham sebanyak 99 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam PT Dos Ni Roha (DNR) secara proporsional sesuai dengan persentase kepemilikan sahamnya dalam DNR.

Setelah dilakukan hal tersebut, DNR akan menjadi entitas anak perseroan dengan kepemilikan sebesar 99 persen. Kesepakatan antara perseroan dan pemegang saham DNR untuk pelaksanaan inbreng saham tersebut diatur dalam perjanjian pengikatan untuk mengambil bagian saham pada 31 Maret 2021.

Setelah pelaksanaan rights issue, perseroan akan memiliki 99 persen saham DNR. Dengan demikian perseroan akan menjadi pengendali DNR dan laporan keuangan DNR akan dikonsolidasikan dalam perseroan dengan asumsi berdasarkan nilai saham tercatat.

Adapun DNR bergerak di bidang perdagangan besar makanan dan minuman lainnya, perdagangan besar alat laboratorium, farmasi dan kedokteran, perdagangan besar farmasi, perdagangan besar kosmetik, perdagangan besar obat tradisional dan distribusi.

Dana hasil rights issue akan digunakan antara lain sekitar 77,7 persen untuk mengambilalih 99 persen saham DNR sebesar 2,66 miliar saham biasa atas nama saham inbreng DNR.

Nilai pengalihan seluruh saham inbreng DNR mengacu pada hasil penilaian penilaian independen (KJPP) sebesar Rp 1,08 triliun per 31 Desember 2020. Sisa dana rights issue akan digunakan untuk modal kerja.

Gelar RUPSLB

Pialang memantau jalannya perdagangan saham di galeri Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Frekuensi perdagangan mencapai 619.696 kali transaksi Jelang penutupan sesi II. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pialang memantau jalannya perdagangan saham di galeri Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Frekuensi perdagangan mencapai 619.696 kali transaksi Jelang penutupan sesi II. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perseroan menyebutkan sebelum dan sesuai rights issue, THC akan tetap berkedudukan sebagai pemegang saham pengendali perseroan dan DNR. Aksi korporasi yang akan dilakukan perseroan tersebut tidak akan sebabkan terjadinya pengambilalihan terhadap perseroan dan DNR.

Pemegang saham PT Zebra Nusantara Tbk yang tidak menggunakan haknya untuk melaksanakan HMETD akan terdilusi maksimum 16,87 persen.

Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Mei 2021. Hal ini untuk memenuhi POJK Nomor 32/2015.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 1 April 2021, saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) naik 24,42 persen ke posisi Rp 540 per saham. Saham ZBRA dibuka stagnan di posisi Rp 434 per saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini