Geledah Balai kota Yogyakarta, KPK Sita Dokumen Perizinan Proyek Apartemen

Merdeka.com - Merdeka.com - KPK melakukan penggeledagan di sejumlah ruangan di Balai kota Yogyakarta, Selasa (7/6). Dalam penggeledahan ini, ruangan Wali kota Yogyakarta juga turut digeledah.

Selain itu, ada pula ruangan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dan ruangan Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Pemukiman (DPUKP) yang turut digeledah.

Menanggapi penggeledahan yang dilakukan KPK ini, Penjabat (Pj) Wali kota Yogyakarta Sumadi angkat bicara. Sumadi mengatakan saat penggeledahan ini sejumlah berkas perizinan dibawa oleh KPK.

Sumadi membeberkan dokumen ini berkaitan dengan proses perizinan pembangunan hotel dan apartemen yang dilakukan saat Haryadi Suyuti masih menjabat sebagai Wali kota Yogyakarta.

"Saya dilapori oleh teman-teman ada berkas-berkas yang diambil oleh rekan-rekan KPK. Saya belum tahu detailnya (jenis berkas), tapi yang berkaitan dengan proses-proses di apartemen dan beberapa perizinan, pokoknya ada beberapa berkas yang mungkin itu rangkaian," ujar Sumadi.

"Mungkin juga termasuk perizinan-perizinan (hotel dan apartemen) yang diterbitkan sebelum kejadian kemarin tapi masih di bawah kewenangan beliaunya (Haryadi)," imbuh Sumadi.

Haryadi Suyuti (HS) mantan Wali Kota Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain HS, ada tiga orang lainnya yang turut ditetapkan tersangka.

Penetapan tersangka setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada Kamis 2 Juni 2022 sekira pukul 12.00 Wib di wilayah Kota Yogyakarta dan Jakarta.

"KPK melanjutkan ke tahap penyelidikan dan kemudian menemukan adanya bukti permulaan yang cukup untuk selanjutnya meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan empat tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alex saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/6).

Alex kemudian merinci nama-nama serta jabatan para tersangka. Diketahui, tersangka pertama berinisial ON atau benama lengkap Oon Nusihono berasal dari kalangan swasta dan berperan sebagai terduga pemberi suap.

"Tersangka berstatus sebagai pemberi, berinisial ON (Oon Nusihono), selaku Vice President Real Estate PT SA (Summarecon Agung) Tbk," jelas Alex.

Sedangkan untuk pihak penerima, Alex mengungkap ada tiga nama yang berstatus sebagai pejabat publik. Salah satunya adalah eks Wali Kota Yogyakarta (2017-2022) Haryadi Suyuti. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel