Geledah Kantor BPN Jaksel, Polda Metro Temukan Sertifikat Tertahan Selama 3 Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Polda Metro Jaya menggeledah kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan. Dalam penggeledahan, polisi menemukan sertifikat tertahan selama tiga tahun.

"Banyak sertifikat yang seharusnya sudah diberikan tiga tahun lalu justru tertahan. Ini kasihan masyarakat," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Hariadi di lokasi, Kamis (14/3).

Selain itu, temuan polisi ialah tidak jarang mafia tanah yang berasal dari pegawai BPN itu sendiri secara diam-diam mengubah data warga. Imbasnya, tanah sudah beralih kepemilikan.

"Banyak masyarakat yang menjadi korban dan sampai saat ini untuk modus ini sekali lagi banyak yang tidak sadar bahwa mereka jadi korban diem-diem tanahnya sudah dialihkan mereka tidak sadar," ujar Hengki

Modus yang digunakan adalah pengalihan saat proses penerbitan. "Tapi yg ini pada proses penerbitan melibatkan beberapa instansi BPN bahkan oknum," katanya.

Nantinya, si pegawai BPN 'nakal' akan mencari tanah yang belum bersertifikat. Sehingga nantinya akan dibuatkan sedemikian rupa. "Modus operandi, mulai dari yang konvensional mereka menggunakan data palsu, kemudian apabila di suatu lokasi itu belum ada sertifikatnya maka akan dibuat bekerja sama dengan oknum hingga jadi sertifikat," jelasnya.

"Ada juga lokasi yang lokasi di sertifikat dibuat data pembanding kemudian diadakan pemalsuan," lanjutnya.

Tidak hanya kedua hal tersebut, Hengki juga bilang ada cara yang lebih canggih karena kasus mafia tanah tersebut melibatkan oknum BPN, jadi dapat dengan mudah dilakukan. "Yang paling canggih ada ilegal access. Seharusnya akun yang tidak bisa ditembus bisa ditembus mafia,"tegas Hengki

Ia menegaskan, banyak masyarakat yang tidak sadar telah menjadi korban mafia tanah. Bahkan, pemerintah juga kerap 'dikecoh' si mafia tanah.

"Korbannya ini mulai dari pemerintah sampai dengan masyarakat biasa yang seharusnya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). ini membantu masyarakat ternyata dihambat oleh oknum-oknum ini," katanya.

Kepala Kantor BPN Jakarta Selatan, Sigit Santosa mengapresiasi dan siap mendukung penuh pemberantasan mafia tanah khususnya di Jakarta Selatan

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk jangan ragu mengurus sertifikat tanah. Karena pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian.

"Jadi kita kepada masyarakat untuk tetap yakin datang langsung mengurus sertifikat nya ke kantor pertanahan jakarta selatan. tetap tenang tetap yakin percaya kami full support bekerja sama dengan kepolisian untuk memberantas dan memerangi mafia tanah," tuturnya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel