Gelembung Malapetaka Ancam Alam Semesta

·Bacaan 2 menit

VIVAAlam semesta akan berakhir suatu hari nanti. Tapi para ilmuwan masih berdebat tentang bagaimana itu akan terjadi. Satu teori menyatakan dunia akan berakhir dalam kematian yang panas, keadaan di mana alam semesta menjadi terlalu dingin untuk menopang kehidupan.

Model hipotetis lainnya memprediksi alam semesta akan benar-benar terbelah pada tingkat subatomik dalam Big Rip, yang didorong oleh energi gelap dan perluasan ruang.

Teori lain yang menarik tentang akhir dunia telah dipercayai banyak orang dalam beberapa tahun terakhir setelah fisikawan menemukan partikel dasar Higgs Boson di Large Hadron Collider (LHC) di CERN pada 2012.

Model baru ini dikenal sebagai vacuum decay. Terkadang juga disebut sebagai gelembung kematian kosmik. Skenario ini menjelaskan adanya ketidakstabilan di bidang yang disebut Higgs Field, yang membentang di seluruh alam semesta.

Para ilmuwan percaya bahwa Higgs Field bersama dengan Higgs Boson berinteraksi dengan partikel lain, seperti elektron atau quark untuk memberi mereka massa. Jika ada yang salah dengan bidang ini beberapa ilmuwan memperkirakan akhirnya akan menjadi bencana besar bagi alam semesta, mengutip dari situs Express, Selasa, 29 Juni 2021.

Kosmolog Katie Mack menggambarkan vacuum decay sebagai kematian alam semesta yang paling manusiawi karena manusia di dunia tidak melihatnya datang sehingga mereka tidak perlu takut kehancuran akan terjadi kepada mereka. Tidak ada akibat yang tragis, maka semua akan mengalir secara alami.

"Gagasan di balik vacuum decay adalah tampaknya ada beberapa kemungkinan bahwa Higgs Field, yakni medan energi yang meliputi semua ruang yang terhubung ke Higgs Boson tidak sepenuhnya stabil," ujar Mack.

Jika Higgs Field benar-benar tidak stabil, maka nilai medan bisa berubah di beberapa bagian alam semesta. Jika ini terjadi maka perubahan akan menyebar ke luar dengan kecepatan cahaya dalam apa yang digambarkan sebagai bubble of doom atau gelembung malapetaka.

Gelembung malapetaka ini akan benar-benar mengubah dan mengatur ulang alam semesta. Saat menyebar ke luar dan bertabrakan, itu akan menempatkan segala sesuatu ke dalam ruang di mana hukum fisika berbeda. Partikel tidak lagi bersatu lagi. Mungkin semua yang ada di dalam gelembung runtuh menjadi lubang hitam atau black hole.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel