Geliat Ekonomi di Pasar Tanah Abang Jadi Indikator Perbaikan Sektor Konsumsi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah, berbagai pusat perbelanjaan dan pasar mengalami peningkatan kunjungan. Salah satunya di Pasar Tanah Abang yang beberapa waktu lalu yang mengalami kerumunan karena masyarakat datang untuk berbelanja kebutuhan lebaran.

Peneliti INDEF, Bhima Yudhistira mengatakan hal ini tidak terlepas masih minimnya transaksi di platform digital. Meski mengalami peningkatan transaksi, namun persentase kenaikan hanya sekitar 5 persen hingga 6 persen dari total retail nasional.

"Porsi transaksi e-commerce meskipun meningkat masih dikisaran 5 persen - 6 persen dari total retail nasional," kata Bhima saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (5/5).

Bhima mengatakan 70 persen masyarakat masih melakukan transaksi jual beli di pasar tradisional. Sedangkan sisanya memilih belanja di ritel modern atau grosir. Hal ini menunjukkan, Pasar Tanah Abang tetap menjadi indikator perbaikan konsumsi masyarakat.

"Artinya peran pasar seperti tanah abang tetap krusial sebagai indikator perbaikan konsumsi masyarakat," kata Bhima.

Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2021 yaitu -0,72 persen. Lebih baik dibandingkan kuartal IV-2020 yang tumbuh -2,19 persen.

Melihat kondisi yang ada saat ini, Bhima menilai pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II-2021 akan lebih baik karena permintaan terhadap konsumsi mulai bergerak. Dia berharap pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh positif di angka 1 persen sampai 2 persen.

"Harapannya tumbuh positif meskipun kalau 7 persen masih sulit. Perkiraan di 1 persen sampai 2 persen," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Pemerintah Imbau THR Dibelanjakan via Online

Suasana Skybridge Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Pedagang mengaku penjualan meningkat hingga 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Suasana Skybridge Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Pedagang mengaku penjualan meningkat hingga 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejak Sabtu 3 Mei 2021 lalu, terjadi lonjakan kerumunan warga yang berbelanja di Pasar Tanah Abang. Meski sebagian besar pengunjung menggunakan masker, namun desak-desakan dan kerumunan warga menyebabkan prokes saling jaga jarak terabaikan.

Kerumunan warga juga mulai terlihat di banyak lokasi, terutama di pusat-pusat perbelanjaan, mengingat Tunjangan Hari Raya (THR) sudah mulai dicairkan.

Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Gunawan mengaku khawatir dengan terjadinya kerumunan di Pasar Tanah Abang dan di berbagai tempat lainnya. Meskipun di sisi lain, pemerintah juga tengah menggenjot pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan meningkatkan konsumsi masyarakat.

Salah satu alternatif untuk menjaga konsumsi masyarakat tetap tinggi tanpa harus berkerumun adalah belanja di marketplace. Gunawan mengimbau agar masyarakat di tengah situasi penularan pandemi Covid-19 yang masih tinggi, untuk menghindari kerumunan seperti pasar, diganti dengan berbelanja di marketplace.

“Kita mengharapkan warga untuk bijak. Meskipun THR sudah cair dan berbelanja jelang lebaran adalah tradisi tiap tahun, namun penularan Covid-19 juga masih mengkhawatirkan. Solusinya, tidak usah ke pasar, cukup berbelanja menggunakan teknologi saja, semua sudah tersedia sekarang di marketplace,” ujar Gunawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Gunawan mengingatkan penularan Covid-19 yang masif terjadi di India apabila warga tetap berkerumun di pusat-pusat perbelanjaan, tanpa menjalankan prokes yang ketat. Kebijakan larangan mudik dari pemerintah, kata Gunawan sebaiknya juga dipatuhi masyarakat dengan tidak berbondong-bondong ke pusat-pusat perbelanjaan.

“Meskipun dilarang mudik, bukan berarti dilampiaskan dengan ramai-ramai datang ke pasar. Justru itu sama berbahayanya. Sebaiknya kita bijak, memilih diam di rumah, menghabiskan THR bisa dengan belanja daring, tanpa harus berdesak-desakan di pasar,” tutup Gunawan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: