Geliat transaksi dagang di Pasar Tanah Abang sudah meningkat

·Bacaan 2 menit

Pengelola Blok A Pasar Tanah Abang Jakarta Heri Supriyatna mengatakan pasar sudah mulai menggeliat dan terdapat peningkatan transaksi dagang sejak awal Desember 2021 karena salah satunya dipengaruhi momen menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran tahun 2022.

Menurut dia, ada peningkatan transaksi perdagangan antara pedagang dengan retailer dari daerah sebesar 75-80 persen di bulan Desember 2021 dibanding Desember 2020 terutama pada masa Natal dan Tahun Baru (nataru).

“Nataru tahun 2020 konsumen dan pedagang masih takut untuk melakukan berbelanja dan kebijakan-kebijakan pemerintah masing sangat ketat (sehingga) orang dari daerah masih sangat sulit untuk masuk ke Jakarta,” ungkapnya ketika dihubungi Antara, Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Kunjungan ke Pasar Tanah Abang capai 40 persen selama PPKM Level Dua

Di tahun 2022, meskipun ada kelonggaran kegiatan masyarakat, Heri menyatakan masih terdapat hambatan dalam transaksi dagang karena berkurangnya konsumen potensial dari daerah yaitu para retailer.

Dia menganggap bahwa perdagangan di Tanah Abang sangat dipengaruhi kondisi perdagangan di daerah yang kini mengalami perlambatan ekonomi.

Begitu pula dengan konsumen dari berbagai negara di Asia Tenggara yang belum melakukan transaksi dagang di Pasar Tanah Abang, khususnya Malaysia.

Hal ini disebabkan kondisi di negara-negara tersebut belum stabil akibat terimbas pandemi COVID-19 dan adanya pembatasan pintu internasional.

“Retailer yang bertransaksi di Tanah Abang masih jauh dari kondisi normal (dibanding sebelum pandemi),” kata dia.

Baca juga: Pasar Tanah Abang dibuka, pengunjung wajib tunjukkan kartu vaksin

Jika melihat kondisi terkini, pedagang yang telah beroperasi di Blok A telah mencapai 80 persen dengan estimasi rata-rata 7-9 ribu pengunjung per hari.

Mengenai implementasi protokol kesehatan, dikatakan aturan ini berjalan lancar tanpa kendala.

Heri mengemukakan, pihaknya menciptakan tim pengamanan yang selalu berkeliling memantau prokes ke dalam gedung Pasar Tanah Abang.

Adapun pengawasan prokes yang paling utama, lanjutnya, ialah penggunaan masker saat berada di dalam gedung.

“Pedagang juga turut membantu dalam penerapan prokes, mereka pro aktif membantu untuk sama-sama saling mengingatkan. Kami juga masih memasang himbauan-himbauan terkait prokes dalam gedung” ujarnya.

Sejak 31 Desember dari jam 14:00 Waktu Indonesia Barat (WIB), Pasar Tanah Abang sudah tutup gedung dan akan buka kembali tanggal 2 Januari 2022.

Dalam mempersiapkan pembukaan Pasar Tanah Abang, dinyatakan bahwa pihaknya sudah siap untuk beroperasi seperti biasa kembali menimbang prosedur operasi standar telah dijalankan dengan baik.

“Untuk Blok B dan F, sikonnya sama dengan blok A karena masih di bawah (Perusahaan Daerah) Pasar Jaya,” ucap Heri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel