Gelombang Kedua Pandemi COVID-19, Spanyol Berlakukan Keadaan Darurat

Daurina Lestari, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Spanyol telah mengumumkan keadaan darurat nasional, dan menetapkan peraturan jam malam nasional, dalam upaya untuk menekan penyebaran virus corona yang semakin melonjak.

"Kami hidup dalam situasi ekstrem, ini yang paling serius dalam setengah abad terakhir. Kenyataannya adalah bahwa Eropa dan Spanyol berada dalam gelombang kedua pandemi ini," kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dilansir Al Jazeera, Senin 26 Oktober 2020.

Langkah drastis ini mulai berlaku mulai Minggu malam waktu setempat dan mewajibkan semua wilayah, kecuali Kepulauan Canary, untuk memberlakukan jam malam mulai dari pukul 11 malam hingga 6 pagi waktu setempat.

Aturan ini berlaku setidaknya selama dua minggu ke depan dan perpanjangan lebih lanjut akan membutuhkan persetujuan dari pihak parlemen. "Semakin banyak mobilitas maka akan ada semakin banyak infeksi. Mari tetap berdiam diri di dalam rumah," ungkapnya.

Baca juga: Punya Kekebalan Jangka Pendek, Vaksin COVID-19 Tak Cukup Sekali Suntik

Pekan ini, Spanyol menjadi negara Eropa pertama yang telah melampaui satu juta kasus COVID-19 yang tercatat secara resmi, meskipun Sanchez mengakui angka sebenarnya bisa tiga kali lebih tinggi karena kesenjangan dalam pengujian dan faktor lainnya.

Semakin banyak daerah di Spanyol telah meminta penetapan keadaan darurat, yang memungkinkan pemerintah daerah untuk memberlakukan lockdown, dan larangan bepergian dalam kasus-kasus tertentu. Pemimpin daerah juga akan memiliki kewenangan untuk membatasi pertemuan hingga enam orang yang tidak tinggal bersama.

Per tanggal 25 Oktober kemarin, Spanyol mencatat 1.046.132 kasus virus corona dan 34.752 kematian. (ren)